Ini bukan gosip, bo! (Meski sudah rada basi, hehe) Saya tertawa ngakak baca ulang bagian tulisannya Pak Syafii, mantan ketua PP Muhammadiyah tentang Tuhan dan pluralisme. Gak nyangka, meski ini peristiwa, benar-benar terjadi, Beliau tetap punya sense of humor cerdas, bukan murahan apalagi cari sensasi.
Ceritanya begini, di harian Republika selama bulan Desember 2006, tiap Jum’at selalu dimuat tulisan pro dan kontra tentang pluralisme dalam Islam. Pasalnya, Pak Syafii itu ternyata pro pluralisme habis. Kontan yang anti dengan gagasannya menyerang beliau dengan jurus mautnya. Tidak sedikit yang marah-marah, termasuk lewat SMS yang langsung dikirim ke Beliau dan Beliau disarankan pindah ke agama Nasrani. Isinya (saya crop dari tulisan Beliau 29/12/2006).
Lalu, rupanya Pak Syafii memforward SMS ini keseorang Kyia di sebuah pesantren. Tak lama kemudian datanglah tanggapan lewat sebuah joke. Lagi, saya crop dari sumber aslinya.
Apa sih masalahnya?
Intinya begini: menurut Pak Syafii yang mencoba menafsirkan kembali 2 ayat Al Quran (Al Baqarah 62 dan Al Maidah 69) berdasarkan pendapat alm. Buya Hamka, mengatakan “neraka itu bukan lobang yang disediakan bagi siapa saja yang tidak masuk Islam”.
Nah kontan, setelah itulah pro dan kontra datang bertubi-tubi ke beliau, lewat berbagai milis dan web.
Sebagian lagi tampil dalam 8 kolom opini di Republika dan saya kelompokkan secara tidak bertanggungjawab:
Yang Pro:
1. Syamsul Hidayat, Wakil Ketua Majelis Tabilgh PP Muhammadiyah (1/12/2006) 2. Zuhairi Misrawi, Sarjana Akidah Islam, Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir (8/12/2006) 3. Al Makin Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. kandidat Ph.D Universitas Heidelberg, Jerman. (22/12/2006) 4. M Hasibullah Satrawi, Alumni Al-Azhar Kairo Mesir, Peneliti di P3M Jakarta (22/12/2006)
Yang Kontra
1. Adrian Husaini, Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (1/12/2006) 2. Syamsuddin Arif Doktor Pemikiran Islam, ISTAC, Kuala Lumpur, Malaysia (15/12/2006)
Yang agak Ngambang/Tengah:
1.Fajar Riza Ul Haq,Koordinator Program MAARIF Institute dan Alumni Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran (8/12/2006) 2. Bustanuddin Agus, Guru Besar Sosiologi Agama Universitas Andalas (15/12/2006)
Nah, kalau Anda di posisi mana? Pro, Kontra, Ngambang?
Salam, Kang Adhi
PS: saya ngumpulin semua artikel itu untuk koleksi pribadi (10 artikel), kalau ada yang butuh copynya boleh minta saya, and tolong kirim email ke japri (lihat di hal me and my belief).
Kalau ngeBLOG Jangan Emosi, Dong!



Hahaha… hebat artikel ini. Saya bener-bener ngakak. Hebat. BTW kiai yang di sms pak syafii teh saha orangna? Kalau Gus Dur, pasti jawabannya lebih lucu lagi. Hehehe.
saya tidak bisa katakan saya pro atau anti plularis, tetapi, mengapa setiap ibadah kita selalu dikaitkan dengan masuk surga? kayaknya itungan banget kok ibadah berharap masuk surga..? memangnya kalau ditimbang amal perbuatan kita apa masih layak masuk surga..?
masuk surga adalah hanya karena kemurahan Tuhan semata..
maksud saya, plural.. alah-alah..
boleh minta dong copy artikel yang 10 tadi..
tks
Hmm, aku juga udah ngumpulin.
Ada satu lagi tulisan Adian Husaini di hidayatullah.com, sehari setelah tulisan Pak Syafii terakhir di Republika.
@ arif haha, wah gak tahu juga Kyia yang jawab smsnya Pak Syafii, rahasia Beliau ya. Iya ya, gimana kalau Gus Dur yang jawab? Atau kamu mau bikin lomba buat jawaban paling lucu? hahaha
@ Eep tolong kirim email ke saya ya
Nah, ini kan, ketahuan, masih banyak (atau majoritas?) kaum muslim yang nggak toleran dan menegatifkan agama lain (dalam hal ini agama Kristen). Bahkan ada yang bilang: “dengan gigih melawan kristenisasi”. Lalu yang pikirannya kritis seperti Pak Syafii dianjurkan pindah ke agama Nasrani saja, sepertinya agama lain itu dianggap tong sampah untuk menampung yang nggak terpakai lagi (baca: yang kritis, yang mikir, yang punya hati nurani).
Ada yang masih heran, kenapa Indonesia nggak maju-maju?
Pertama: masih gontok-gontokan terus.
Kedua: daripada mikirkan yang esensial (bagaimana menstabilkan negara dan perekonomiannya), eh, malah yang gitu-gitu diutamakan.
@ anik thx infonya, wah ternyata koleksi file kita ada yang mirip, boleh ngintip koleksi yang lain? ha
@ tukangkomentar hehe santai saja mas/mbak, semua orang bermaksud baik, caranya mungkin perlu saling menyesuaikan..
Beginilah makanya sudah 61 tahun merdeka Indonesia kalah jeblok jauh banget dng negara jiran Malaysia dan Singapura, yg padahal katanya,…kemerdekaan mereka itu pemberian Inggris, dan kita dng bangganya menepuk dada kemerdekaan kita adalah perjuangan dng darah dan air mata. Tapi rupanya hal-2 fanatisme sempit agama inilah yg selalu membuat negara kita terpuruk dan tidak maju-maju. org2 yg hanya mementingkan golongan dan agama sendiri merasa paling superior dan menganggap yg lain hina dan rendah.
Padahal KESELAMATAN atau MASUK SURGA itu adalah wilayah paling intim dan pribadi (sama spt halnya kita memperlakukan organ intim kita) krn ini sangat pribadi sekali,… tapi agama saat ini dipakai sbg kendaraan politik bagi para politisi yg memang tahu bhw typikal orang2 Indonesia adalah fanatik sempit yg mudah di sulut utk saling gontok2an mslh agama.
Tentang Malaysia mungkin ada generalisasi ya disana, karena pandangan kontra terhadap pendapat Pak Syafii, salah satunya juga datang dari orang Malaysia. Lihat artikel kembali.
posisi 9 yang jelasss
bukan posisi kamasutra khan?
duh gawat para intelektual Islam sekarang, emang bener jurus amerika, yahudi, dan syiah sangat manjur dalam membawa otak-otak inteletual kita mengucapkan hal yang aneh. Kalau begitu, buat aja agama baru
jangan suka prasangka ah, gak baik.
manut aja …. pokoknya damai jgn pada bekelahi sendiri
sip!
saya ga pernah ngerasa anti dengan agama lain…kebetulan lingkungan keluarga saya lebih banyak yang kristian (saya muslim),,teman2 saya ada beberapa yang hindu dan budha,,malah ada yang atheis juga…:p ..dan saya bisa di bilang bangga dengan lingkungan yang seperti ini..jadi salah satu cara pembelajaran menghargai dan menghormati orang dengan agama lain dan lebih berfikir terbuka..karena tiap orang memiliki pendapat dan alasan sendiri tentang pilihan agama yang dia anut….kepemelukan agama sendiri bukannya termasuk Hak Asasi Manusia… =D
saya muslim …tapi saya percaya ga hanya muslim yang akan masuk surga..bener banget klo Tuhan ga masukin kita ke surga karena ibadah kita….tapi karena amalan kita dan kemurahan hati Tuhan ..
saya beribadah karena saya merasa butuh…heheh
wah kamu bisa diteladani nih
ngambang ajalah. saya merasa masih jauh dari surga. jadi yang bisa saya lakukan cuma mendekat-dekatkan diri terus. tanpa perlu mengurusi sesuatu yang bukan keahlian saya
semua masih jadi rahasia tuhan. jadi, tinggal melakukan hal yang saya rasa benar dan membuat saya nyaman
Amin.
Karena semua itu (sorga neraka) adalah hal ghoib yah, ikuti sesuai keyakinan saja mengimani yg mana terserah yang penting di dunia DAMAI… RUKUN.
Setuju sekali!
kang adhi ..heheh SKSD gini saya..xp saya boleh minta kopian artikel2 nya ga??maaf liwat comment mintanya ..saya lagi ga bisa buka email nieh -__-
SKSD juga… bentar lagi saya kirimin, no worries
Silakan Pak Syafii masuk Katolik. Seluruh isi Sorga akan bernyanyi bersorak-sorai karena 1 domba yang hilang telah ditemukan.
Salam.
hussst!
binguuuung…
kembali ke… *kitabbb*
jangan lupa bacanya sambil duduk..
Kalau sudah Islam njuk masuk surga? Kok enaaak…… :p
Ketika manusia ditugasi hanya untuk beribadah, kenapa malahan mikirin surga-neraka
maklumlah logika bakul yang mengotori kesucian agama memang begitu, ibadah buat beli surga. semoga yang terjadi hal yang sebaliknya.
bener aku dulu juga berpikir begitu, menganggap yang diluar islam itu pasti masuk neraka, mungkin juga karena didikan ketat ortu yg selalu bilang begitu…
tapi setelah aku banyak bergaul dengan temen2 yg agamanya lain (kristen, hindu, katolik, dan sikh) dan mereka tulus2 dan sangat baik.. aku kok jadi berfikir rasanya gak adil kalo mereka yang kelakuannya begitu baik dan beribadahnya baik sesuai agamanya pasti masuk neraka!!! *bandingkan dengan temen ‘islam ktp’, ngaku islam tapi tetep mabok, zina, nyolong, dsb*
aku pernah diskusi sama temen agama kristen.. apakah adil tuhan, jika semua yang di luar islam itu pasti masuk neraka (dia bilang berapa persen dari penduduk dunia yang beragama selain islam) dan dia balik bertanya, seandainya saya terlahir dari keluarga selain islam so pasti saya juga akan menjadi non muslim sesuai agama yang dianut oleh ortu dan leluhur.
Wallahu’alam. Salam.
Kang nitip juga artikelnya ya
jony, tenkyu pengalamannya, artikel sudah kukirim, salam.
Yah, akhir zaman banyak “ulama-ulama” yang menyesatkan…
yang sesat yang mana ya Pak Hery?
Untuk masuk surga, perbuatan bukanlah pengganti, penebus, atau harga yang mencukupi, melainkan harus ada pengampunan, karunia, dan rahmat Allah SWT. Sebab, berkat pengampunan-Nya, kesalaan-kesalahan seseorang diampuni; berkat rahmat-Nya, orang itu akan menerima berbagai kebaikan; dan berkat karunia-Nya, orang itu akan mendapat ganjaran kenikmatan yang berlipat ganda di surga.”
benar saya juga dah baca semua…menurut pak adian ada hal yang gak jujur dalam penjelasan pak syafii di resonansinya di republika setelah di rujuk ke tafsir buya Hamka yang merujuk ke tafsir almanar syaikh rasyid ridha…tentang tawaran kenapa tidak memilih agama lain saja selain islam…wajar menurut saya…kalo dia tetep pilih islam…tolong dia buat di resonansi di republika kenapa dia pilih islam bukan yang lain…. dengan argumen2nya….gitu aja kok repot
ketika anaknya nurcholis (nadya majdid) ingin dinikahi yahudi amerika….cak Nur berharap agar calon mantunya masuk islam dulu…Nah Loh…Nur kholis tetep nyaman dalam rangkulan dan Naungan Islam….
maaf buat blogger yang beda keyakinan……pisss ah
silakan tanyakan ke Beliau saja nih kayaknya…
kalo dilihat lihat, yg kontra ternyata orang ISTAC sekaligus orang DDII semua yah, yg rajin nulis di sura hidayatullah, majalah islamia dan web swaramuslim.net nya Hartono Ahmad Jaiz.
tolong dikirim 10 artikel tsb
emailnya sudah saya catat nanti saya kirim pak.
saya sih setuju.. saya masih gak abis pikir, kalo orang2 yg kerjanya cuman solat doank.. ngurusin diri sndiri.. gak melakukan apapun utk dunia.. pikirannya jelek trus ttg agama lain.. masak sih masuk surga? dibandingin orang kristen, yang taat, tp juga berguna bagi sesama..
ya ya.. kata wadehel kan.. POKOKNYA mereka bener.. hehe..
tapi kalau lihat orangnya yang bakal masuk, fun mana: surga apa neraka? haha..
Kang Adhi… (SKSD juga nih, maklum punya kepentingan hehehe…
saya baru akses blog kang adhi (sekalian perkenalan aja yah..) saya lagi belajar juga nih tentang pluralisme, 10 artikel itu bisa di kirim kan?
ma kasih deh bang adhy
eh…yang pernah saya fahami dari 70 golongan yang di sebutkan hadits itu, bukan 1 golongan masuk syurga dan yang lainnya tidak malah sebaliknya… kayaknya lebih rasional yang itu yah… tapi saya mah masih belajar jadi saya tunggu deh artikelnya
akan saya kirimkan. Soal surga atau neraka, itu khan sudah masalah “ghoib”. Kalau saya sih, biar itu hak Yang Di Atas saja. Kita gak usah hitung-hitung.
kang Adhi, sebelumnya salam kenal. Aku sekarang tinggal di Zeist tapi aku lebih sering d Utrecht untuk mendengarkan dosen universiteit utrecht bercerita. Siapa tau suatu saat kita bisa ketemu, aku mau menimba ilmu sama Kang Adhi.
Tentang pandangan Pak Syafii Maarif, aku mau abstain aja lah karena menurutku surga-neraka itu sudah wilayah kekuasaan Alloh
Alloh memang sudah menurunkan banyak wahyu-Nya tapi manusia hanya bisa menafsirkan wahyu2 itu sesuai dengan sudut pandang dan keterbatasan mereka…benar-salah itu relatif bagi manusia
Lha 1+1=2 sangat bisa salah kok…(walaupun mungkin mayoritas orang mengatakan 1+1 hasilnya pasti hanya 2)
Kemutlakan kebenaran hanya milik Alloh
Mendingan sekarang pada berlomba-lomba saja berbuat kebajikan saja…
“….jika surga dan neraka tak pernah ada….
Masihkah kau… tunduk kepadaNya…”
Teringat diriku akan nyanyian itu. hal yang perlu diresapi secara mendalam.
Indonesia memang selalu mempermasalahkan yang ga perlu. agama selalu dijadikan sebagai senjata utama dan juga tameng yg kiat. ckckckck…
Hal yg perlu di evaluasi…
iokopkpk
apa yang kita dapatkan ketika kita hanya terus mengakui dan mengakui agama lain (baca : menginterpretasi).
benarkah hanya yang penganut agama islam saja yang masuk sorga????
apakah sorga merupakan suatu “tempat” yang kita nanti-nantikan selama ini?????
apakah neraka juga merupakan suatu “tempat” buat orang yang non Islam?????????
Bagi saya, sorga dan neraka itu bukan merupakan suatu “tempat” dan juga bukan merupakan suatu tempat bagi segelintir orang.
sorga bagi saya merupakan suatu situasi dimana keharmonisan, ketentraman, kedamaian, dll tercipta. dan neraka merupakan kebalikan dari sorga tadi.
pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana dengan keselamatan yang kita perjuangkan selama ini???? kita rajin beramal, dll, untuk mendapatkan keselamatan dan kita bisa masuk sorga dan bukan neraka???
jawabnya is ketika engkau memperlakukan sesamamu secara manusiawi diditulah engkau akan merasakan kebahagiaan, sukacita, dan damai sejahtera dan itulah konsep keselamatan menurut saya
kang adhi saya juga minta dikirimin ke sepuluh
commentman itu dong
terima kasih banyak
regards
saefull
segera saya kirim khan
ISLAM DAN NASRANI PUNYA SURGA SENDIRI SENDIRI, KOK RIBUT SEH, KALAU DI SURGA ISLAM ADA NABI MUHAMMAD DAN PARA SAHABAT, SEDANGKAN DISURGANYA NASRANI ADA PAULUS, MATIUS DAN KAWAN KAWAN
KITA SEMUA MASUK SURGA, KARENA KITA PUNYA SURGA SENDIRI SENDIRI..
JANGAN RIBUT SOAL MASUK SURGA
Perintah Allah agar manusia bergobalisasi agama ada pada Al Baqarah (2) ayat 148: Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri-sendiri seperti rasulnya, kitabnya, aqidahnya, syariatnya, tatacara ibadahnya tempat ibadahnya dll.) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan (dalam berpersepsi agama). Dimana saja kamu berada (diagama apapun kamu berada) PASTI Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (dalam Persepsi Tunggal Agama pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kiamat adalah habis gelap terbitlah terang benderang ilmu pengetahuan agama sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15 dan Al Baqarah (2) ayat 257.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tungga Agama millennium ke-3 masehi.
Perintah Allah agar manusia bergobalisasi agama ada pada Al Baqarah (2) ayat 148: Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri-sendiri seperti rasulnya, kitabnya, aqidahnya, syariatnya, tatacara ibadahnya tempat ibadahnya dll.) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan (dalam berpersepsi agama). Dimana saja kamu berada (diagama apapun kamu berada) PASTI Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (dalam Persepsi Tunggal Agama pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kiamat adalah habis gelap terbitlah terang benderang ilmu pengetahuan agama sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15 dan Al Baqarah (2) ayat 257.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
Hari kiamat adalah:
ayat 6,18,22.
1. Hari datangnya Allah membawa hari takwil kebenaran kitab sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53.
2. Hari datangnya Allah menjadikan Al Quran dalam bahasa asing ‘Indonesia’ selain dalam bahasa Arab sesuai Fushshilat (41) ayat 44.
3. Hari datangnya Allah menyempurnakan pewahyuan Al Quran berkat do’a manusia sesuai Thaha (20) ayat 114,115.
4. Hari datangnya Allah membangkitkan ilmu pengetahuan Persepsi Tunggal Agama pada awal millennium ke-3 masehi sesuai Al Mujaadilah (5
5. Hal-hal tersebut semuanya telah turun di Negara Kesatauan Indonesia Republik Indonesia yang barfalsafah Pancasila, tinggal menunggu masa terbitnya dalam waktu dekat.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
Sesuai dengan perjanjian manusia dengan Allah sejak dahulu, manusia wajib melaksanakan proses Agama disisi Allah adalah islam secara kaffah untuk tiap-tiap agama untuk menuju berbondong-bondong masuk Agama Allah pada awal millennium ke-3 masehi, sesuai Ali Imran (3) ayat 19,81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3, Al Baqarah (2) ayat 208, An Nashr (110) ayat 1,2,3.
Jadi Pak Syafii Maarif, menurut ketentuan Al Quran sebagai isi kitab suci sesuai Al Waaqi’ah (56) aayat 77-79, wajib hukumnya berganti dari Islam Kaffah ke Agama Allah setelah beliau mengetahui datangnya kitab terbuka sesuai Al An Aam (6) ayat 7, Al Isro (17) ayat 13,14,71,72.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
Menurut KItab Suci Nabi Suci, pak Syafii Maarif wajib mengikuti syariat kiamat, jangan mengikuti hawa nafsu manusia (yang bodoh dan zalim sesuai Al Ahzaab (33) ayat 72) sesuai Al Jaatsiyah (45) ayat 16-18 setelah masuk berbondong-bondong kedalam Agama Allah sesuai An Nashr (110) ayat 1,2,3.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
Yang Mulia Pitoyoadhi,
Tolong fikirkan dengan sebaik-baiknaya dengan mempergunakan iman yang dalam dan akal sehat sesuai Yunus (10) ayat 100, apa yang kami kutip dengan sebenarnya dari Kitab Suci Nabi Suci.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
Kesalahannaya umat Islam selama Islam yang dibawa oleh Nabi Suci yang masuk ke Nusantara dan berada di Negara Kesataun Republik Indonesia yang berfalsafah Pancasila mengikuti theori agama orang-orang arab setelah Nabi Sucinya wafat, seperti Syiah, Sunni, Mashab, buku kuning, dan lain-lainnya yang menyimpang pecah belah dari aslinya. Yang Aslinya adalah mengikuti janji-janji KItab Suci Nabi Suci:
ayat 6,18,22 untuk menciptakan Agama Allah sesuai An Nashr (110) ayat 1,2,3.
1. Ali Imran (3) ayat 19,81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3.
3.
2. Datanganya Allah dengan hari takwil kebenaran kitab sesuai Al A;raaf (7) ayat 52,53.
3. Datangnya Allah menjadikan Al Quran dalam bahasa asing ‘Indonesia’ selain dalam bahasa arab sesuai Fushshilat (41) ayat 44.
4. Datangnya Allah menyempurnakan pewahyuan Al Quran berkat do’a manusia ‘Indonesia’ sesuai Thaha (20) ayat 114,115.
5. Datangnya Allah dengan membangkitkan ilmu pengetahuan agama sesuai Al Mujaadilah (5
6. Datangnya hari-hari Allah lainnya sesuai Ibrahim (14) ayat 5, Al Jaatsiyah (45) ayat 14. sebanyak 444 ayat.
7. Semuanya itu datang di Indonesia awal millennuium ke-3 masehi untuk kepentingan perdamaian agama seluruh bola atlas dan tunggu saja saat pencetusananya.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembagaru Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
Eh teman2 tidak usah pada berantum, malu ah…, ibarat persis ungkapan jawa, ” asu rebutan balung ” yah…. gak ada hasilnya apa2 percuma dan sia - sia kalian semua. memang orang muslim percaya bahwa Nabi Isa alaihi wassalam adalah imam Mahdi yang menjadi hakim yang adil, terserah presepsi saudara2 semua Nabi Isa akan mengadili menggunakan injl atau al qur an
karena memang semua disediakan, baik, agak baik, jelek, agak jelek, kebenaran, kepalsuan, jalan lurus, jalan sesat dan lain lain
sebelum menjatuhkan pilihan tentang agamamu, camkan dahulu
firma Allah yang tercantum dalam Almaidah 68, sehingga pilihan kalian pas menurut kehendak Allah swt.
Saya sependapat dengan saudara Emmanuel. Silakan saja anda masuk Agama Nasrani karena akan semakin banyak domba hilang yang akan diketemukan.
Kisah Pak Syafi’i mengingatkan saya akan suatu dialog antara sang guru dengan para muridnya ketika mendiskusikan agama.
“Agama. ialah tak ubahnya seperti jari yang menunjuk kepada bulan, suatu petunjuk yang masih mengarah pada sesuatu yang masih misteri yang jauh melampaui akal pikiran manusia”. “Sebagian besar orang lebih suka mengamati jari belaka tanpa pernah mengambil jarak yang cukup untuk mencari tahu apa yang ditunjuknya, sebagian lagi malah asyik mengisapnya, sebagian yang lain malah menggunakan jari untuk mengucek mata mereka, inilah yang paling berbahaya karena mereka ini adalah orang-orang fanatik yang telah dibutakan oleh agama”. Kata sang Guru
“Kemudian ada sebagian lagi yang bisa mengambil jarak yang cukup untuk mencari tahu mengenai apa yang ditunjuk oleh jari, celakanya orang-orang seperti inilah yang dianggap sebagai penghujat”
Salam.
“banyak jalan menuju surga”,
kita semua sama ingin mendapat surga, salah satu caranya adalah dengan cara tidak memperebutkan surga..
berdamailah wahai saudara-saudaraku..
lahir dengan agama?
kenapa harus mempermasalahkan agama seseorang? Siapakah kita sehingga berhak menentukan nasib sesama manusia? (apakah kita itu Tuhan) Semuanya hanya Dia (Tuhan Allah) yang tahu. Tapi sebagai salah satu ciptaanNya saya percaya bahwa agama seseorang tidak menentukan masuk atau tidaknya mereka ke sorga atau neraka. Yang penting bagaimana kita hidup di dunia ini.
Damai besertamu..
Yaa… kenapa kok mempermasalahkan orang beragama…
Wong Allah aja gak maksakan dalam beragama….
TIDAK ADA PAKSAAN DALAM BERAGAMA!!
Allahkan udah ngasih kebebasan… Mau diridloi yaa ber-Islam…
(kan ayatnya agama yang diridloi kan Islam)…
Lha… mau ambil jalan lain silahkan… Itukan Hak Asasinya sendiri mau ambil jalan yang sesat…
Lha… kalau Pak Syafi’i gimana..?
Kan dia kan Ulama?
Tapi Ulama kok gak bisa bahasa arab (bahasa Qur’an) gimana jadinya?
Woihh jangan ribut…
biar aja pak Syafi’i ambil jalannya…
Mosok kita dah tahu ada orang mau masuk jurang kok diikutin…
kita yang gebleg…
ingatlah sahabat dengan “inspasi pemikiran” terkadang kita terkecoh dg kata2 kita sendiri.
islam adl agm yg tdk pernah&tdk kan menghina agm lain.kmi(umt islm)wajib mengimani isa(yesus)a.s sbg rsul allah&maryam adl wanita suci.Tdk spt umt kristen yg menyebut rsul kmi (muhmd)sbg tkng kwin(sadarilah) pdhl mrk tak tahu alasannya.musa dtng utk menyemprnkn agm ibrhim,isa dtng utk menyemprnkn agm musa,muhmd dtng utk menymprnkn agm isa.Semua trdpt dlm ktb2 allah
Siapakah dirimu sehingga kamu menghakimi orang lain itu masuk sorga atau neraka? apakah anda pernah melihat surga dan neraka? Saudaraku jangan sibuk dengan urusan Tuhan! yang kita pikirkan sekarang adalah bagaimana negara kita ini maju dan rakyatnya sejahtera! kita bilang punya Tuhan kok umatnya miskin dan melarat semua, pada hal amerika dan negara-negara barat lainnya kita sebut kafir kok hidupnya sejahtera dan diberkati Tuhannya.
Sekarang mari kita tinggalkan kesibukan kita dengan agama lain dan pikirkan nasip rakyat kita.
[...] nyampah di Blognya Kang Adhi, ndak tanggung-tanggung, langsung tujuh kali mbuang sampah ! Neh, disini, dan nukilannya, 7. Semuanya itu datang di Indonesia awal millennuium ke-3 masehi untuk kepentingan [...]
[...] dia jugak mbaca-mbaca tentang Metafisik, dia mulai tertarik kepada hal-hal nyang berbau mistik Kejawen macem Mahesa Jenar, makanya dia bawa-bawa nama nyang kejawen. Mungkin tampak keren…. [...]
wow, kewl post !!! salam kenal, mas adhi ^^
haha, lucu juga ya, kenapa kualitas kebanyakan muslim asih di level budak ato bakul (kata temen).
lha jangan2 par dai juga, dakwahnya sorga neraka ‘mulu.
pdha dlm modifikasi perilkau, teknik reward punishment itu uda termasuk basi dan jadul lho,…..
Mau masuk surga ? Gampang. Ikuti aja jalan yang lurus. Kog repot22222. Isa AS jalan yang lurus dan harus diikuti
mas adhi. kayaknya kok aku belum dapat artikelnya yah .. boleh dong dikirim ulang.
thx
ngapain sih kalian pada ngeributin surga dan neraka??
intropeksi diri aja, apakah kalian pantas masuk surga??
yang yang sudah kalian lakukan pada hari ini??
biasanya orang yang suka membahas tentang agama orang lain dan suka membanggakan agamanya sendiri, itu adalah orang kafir.surga itu milik kita semua broooo
saya setuju dengan pendapat teman kita SILAK. kita lihat negara2 eropa(barat),kenapa bisa maju,yang kita sebut2 kafir??kenapa indonesia selalu bobrok??
kita adalah generasi pemimpin indonesia,jd ngapain kita masih berfikir fanatik mulailah untuk berfikir maju brooo@
buat apa kt bahas ttng agama n surga, emangnya kita TUHAN?? semua agama itu baik broo..jangan anggap agama lo itu yang paling bener..cobalah untuk membahas tentang kemundurun negara kita ini!!ok?
Untuk penjelasan hal-hal tersebut diatas telah diterbitkan buku panduan:
“BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
berikut 4 buah lampiran acuan:
“SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
hasil karya tulis otodidak penelitian kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
“SOEGANA GANDAKOESOEMA”
penerbit:
“GOD-A CENTRE”
dengan sambutan hangat dari:
“DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” Dit Jen Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
mau masuk surga???
ga penting agamanya apa, mau islam, kristen, katholik, hindu, budha, bahkan sampai aliran yang dikatakan “sesat” baru-baru ini.
yang penting adalah perilaku manusia itu sendiri di dunia ini.
semua yang baik akan mendapatkan tempat yang baik di sisi-Nya.
salam ya buat semuanya:
nama saya Nofri Pedi,saya cucu dari siti dayung….saya ingin sekali bertemu dgn pak safii maarif..bagi yang tau nmr hp na pak safii tolong hubungi saya di nomor ne 081374499178….makasih……….
salam buat semua nya.
menurut saya (Kristen) semua ajaran agama itu baik, tergantung pribadi masing-masing. semua agama mengajarkan kita menyembah satu Allah, cuman caranya aja yang berbeda-beda. asalkan kita menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan beribadah sesuai kepercayaan masing-masing yakin deh kita semua masuk sorga. iya ngga…
TIDAK ADA PAKSAAN DALAM AGAMA PAK, KITA ORANG BEBAS MERDEKA
mau dong 10 comentnya dikirim ke email saya…
makasih…
seru banget ya…. gw suka tuh… bikin gw ketawa…sebagai anak bangsa gw suka..tapi piss man
saya kecewa dengan hukum di negeri ini,kenapa tidak? di lapaz saja narapidana masih bisa transaksi nakoba ratusan juta bahkan sampai milyaran rupiah,memangnya polisi disana apa saja kerjanya,maen,nongkrong saja,makan gaji buta saja.
kemudian si al amin nasution salah seorang anggota dewan yang tidak bermoral,dia yang seharusnya jadi panutan masyarakat malah memberikan contoh yang tidak berpendidikan,dasar penghianat bangsa,andaikan saja saya yang jadi orang nomor satu dinegeri ini bakal saya berantas yang namanya suap,korupsi,walaupun nyawa saya taruhannya,di kala bangsa ini berduka,banyak terjadi bencana,disana sini orang kelaparan sedangkan dia seenaknya saja makan uang rakyat,sungguh sama dengan binatang kelakuannya.
Ass.ww,
Jangankan mengharapkan masuk surga, Allah mengingat nama kita saja sudah syukur.
Surga dan neraka…ehm… menurut saya setiap agama sudah membahas nya sendiri sesuai dengan kriteria masing-masing. Mungkin kriteria masuk surga dan neraka masing-masing agama ada perbedaan dengan agama yang lain. Tapi yang jelas kesamaannya adalah pada Hati, Pikiran dan Kelakuan Kita.
Hati : tentunya semua agama mengajarkan agar kita memiliki hati yang bersih dari dosa, iri, dengki, dll. Dari hati inilah lalu mempengaruhi pikiran kita sehingga kita selalu berpikiran positif dan tidak pernah berprasangka negatif terhadap sesama serta selalu memaafkan dan hidup damai. Setelah hati dan pikiran terbentuk dengan baik maka akan terlihat dari kelakuannya sehari-hari.
Manusia yang hati dan pikirannya baik, dekat dengan Tuhan, tidak pernah berprasangka buruk maka pasti kelakuannya akan baik. Dan sesuai dengan ajaran masing-masing agama mereka telah memenuhi salah satu syarat masuk surga (syarat utamanya tentunya dari Tuhan sendiri ngijinkan apa tidak masuk surga). Jadi orang yang selalu berprasangka buruk tentunya masih jauh dari ini.
Orang yang kelakuan sehari-harinya baik belum tentu hati dan pikirannya baik. Misalkan : Ibadah Rajin, aktif di kegiatan keagamaan tapi dibelakang itu semua di mempunyai kehidupan lain yang bertolak belakang.
Sekedar nitip opini. Thanks. God Bless Indonesia.
Maaf mas, saya kurang tau sampean. Tapi, tulisannya cukup bagus kok. Mengenai Surat Al Baqarah 62, kayaknya - walaupun bukan orang syiah - saya sedikit condong ke pendapatnya Murtadho Muthohari. Mungkin sampean pernah membaca bukunya yang diindonesiakan dengan judul ” Apakah Bunda Teresa masuk surga?” Dalam buku tersebut beliau menulis, bahwa Non Muslim dikategorikan kedalam dua golongan, yaitu qhosir dan muqhossir. Beliau mengambil contoh, bahwa seorang Deskartes kemungkinannya masuk dalam kategori qoshir. Sehingga, bisa jadi dirinya masuk dalam kriteria Surat Al Baqarah ayat 62 tadi. Kasih!!!!
Wah … lha iyaa … seruu banget tuh komentar ucapan2 diatas !!
Sifat2 orang MUNAFIK:
*menuduh orang2 beriman sebagai bodoh *menyuruh agar munkar dan melarang berlaku makruf *berwatak keras kepala & justru bangga akan dosa *membantu orang kafir & menyelidik orang beriman dalam berbagai kepentingan *bila bercakap ia bohong bila janji ia ingkar *suka membuat fitnah & memecah belah orang mukmin *kasih pd orang kafir & mendukung mereka untuk tetap berkuasa thd orang2 mukmin *bersifat riya pada manusia & malas menjalankan/memperjuangkan syariah.
Al-Qur’an 9: 32-33.
Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai.
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (membawa) petunjuk Al’Qur’an dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.
Nah siapa diantara yg PRO/KONTRA/ABSTAIN lebih dekat golongan munafik dan cenderung hendak memadamkan cahaya Allah swt ???
Wah … lha iyaa … seruu banget tuh komentar ucapan2 diatas !!
Sifat2 orang MUNAFIK:
*menuduh orang2 beriman sebagai bodoh *menyuruh agar munkar dan melarang berlaku makruf *berwatak keras kepala & justru bangga akan dosa *membantu orang kafir & menyelidik orang beriman dalam berbagai kepentingan *bila bercakap ia bohong bila janji ia ingkar *suka membuat fitnah & memecah belah orang mukmin *kasih pd orang kafir & mendukung mereka untuk tetap berkuasa thd orang2 mukmin *bersifat riya pada manusia & malas menjalankan/memperjuangkan syariah.
Al-Qur’an 9: 32-33.
Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai.
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (membawa) petunjuk Al’Qur’an dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.
Nah siapa diantara yg PRO/KONTRA/ABSTAIN lebih dekat golongan munafik dan cenderung hendak memadamkan cahaya Allah swt ???
Al Maa’idah 3.
……………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………..
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.
Maka barang siapa TERPAKSA karena KELAPARAN tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Apakah tokoh-tokoh dan para pengulas topik ini , termasuk TERPAKSA? atau KELAPARAN?
Mereka para tokoh2 Liberal sangat gandrung dengan istilah PLURALISME , SEMUA AGAMA BENAR , MEMBELA MINORITAS dll
=>>> NO WAY SIR !!! Kalo anda menganggap agama hanya kira-kira benar (relatif benar), lalu menyatakan
semua agama adalah sama!!? Mengapa tidak anda coba masuk yahudi untuk beberapa tahun?? kan semua sama
katanya?? itu bohong dan omong kosong, dan penuh muslihat gaya musang mau nerkam ayam lehorn !!!
Agama yg bisa dianggap benar oleh Islam harus lulus ujian melalui “batu uji” surah Al-Ikhlas (dlm iman “ketuhanan”nya)
This day have I perfected your religion for you, completed My favor upon you, and I have
chosen for you ISLAM as your religion”
(Our’an 5:3)
Desires a religion OTHER than Islam NEVER will it be accepted of Him.”
(Qur’an 3:85)
Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:
“BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
Penulis: Soegana Gandakoesoema
Tersedia ditoko buku K A L A M
Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120
Telp. 62-21-8573388
ganti agama? kenapa tidak? yang penting jangan ganti tuhan. nah lo. bingung kan?
….. lakum diinukum waliyaddin….. Allah SWT telah memberi peringatan yang jelas.Kenapa masih kita meributkan?udah jelas, bagimu agamu bagiku agamaku. Tidak usah mencampur aduk, semua sudah punya wilayahnya masing-masinng. Dan kita tunggu saja kebenaran itu di hadapan pengadilan Allah SWT kelak,kita tunggu jangan hanya teori-teori mulu..cape deh..kita tunggu saja nanti bung…ok