Sebuah dongeng bijak kuno dari Timur:
Seorang guru bersikeras bahwa halangan terakhir bagi seseorang untuk bertemu dengan Tuhan adalah kata dan berbagai konsep tentang “Tuhan”.
Keyakinan guru ini membuat gusar seorang imam yang kemudian mendatanginya untuk berdebat.
“Pastilah konsep “Tuhan” dapat membimbing kita kepada Tuhan” Kata imam.
“Tentu saja”, kata guru dengan tenang.
“Lalu, bagaimana sesuatu yang dapat menolong, sekaligus menjadi penghalang?”
Kata guru, “Keledai yang kamu pakai hanya bisa mengantarmu sampai ke pintu. Untuk masuk ke dalam rumah, kamu tidak memakai keledai lagi!”
Kesimpulannya? Silakan cari sendiri. Ini masalah hakekat.
Kang Adhi
Kalau ngeBLOG Jangan Emosi, Dong!






Wah, …hihihihi, ini hasil bertapanya ya..Memang sekarang sudah saatnya bertapa, menyendiri, baca2 teks suci, berderma:D
Btw, aku gak tahu kalo ulang tahun, pantas kmaren gak datang. Takut ato malu disuruh maju ke depan dan dinyanyiin lagu selamat ultah?..dicari2 ketua lho kmaren….
Conclusively, selamat ulang tahunnya, walo terlambat
Oh ya, kelupaan.
Kapan undangan makannya datang nih? Mau tuna balado lagi..hahahaha, plus liatin mantan calon ibu ketua.
Woooi Ded! Kalau mau tuna balado mah datang aja. Gak usah nungguh diundang. hehe
pinter dan keminter..kali lho..!
Pastinya pintu kandang keledai lebih lebar ya dari pintu rumah?
Kang, apakah berarti kalau orang berantem tentang konsep atau jalan ketuhanan mereka, sering sampai berkelahi dan berdarah-darah, mereka sebenarnya cuma sedang ribut soal “keledai” saja?
Hihi.. memangnya keledai bisa memberi wahyu? kalo gitu satu kitab isinya cuma iheheheheheeeeekk *suara ringkikan keledai* yang diulang2 dong?
Kang, Timur-nya Timur Tengah apa Timur Jauh? Pokoknya™ kalau bukan Timur Tengah Tuhannya palesu!
tergantung keledainya, nurut gk sama majikannya..
Tapi tanpa keledai, kita juga tidak bisa sampai ke pintu masuk kan pak?
Ooow, jadi selama ini kita bunuh-bunuhan karena rebutan keledai siapa yang paling hebat?
Jadi para gembala itu bikin perda hanya untuk memaksakan satu jenis keledai?
Jadi… keledai tetap dibutuhkan oleh mereka yang belum mampu menggunakan kaki untuk melangkah sendiri.
Ah, pagi2 jadi mikirin keledai nih… berangkat hell, berangkat!!!
keledainya itu agama bukan??