Bersyukur biasanya kita kaitkan dengan hal-hal yang positif, menyenangkan atau mengembirakan. Itulah ajaran umum yang sering kita dengar sejak kanak-kanak, kita amalkan, dan kita ajarkan kembali.
Bersyukur, ketika naik kelas. Bersyukur, karena mendapat makanan. Bersyukur, karena bisa jalan-jalan. Bersyukur, karena baju baru, mainan baru. Bersyukur, karena mempunyai teman yang baik
Ketika usia beranjak dewasa pola bersyukurpun tidak berubah. Bersyukur, karena naik pangkat atau dapat promosi. Bersyukur, karena makan enak. Bersyukur, karena bisa libur ke luar negeri. Bersyukur, karena rumah baru dan mobil baru.
Bersyukur macam itu biasa. Yang tidak biasa adalah bersyukur untuk semua hal. Juga untuk hal yang tampaknya negatif atau tidak menyenangkan. Karena kegagalan, karena makanan yang tidak enak, karena harus bekerja, karena harapan yang tidak terwujud, karena dihianati, karena disepelekan, karena…apapun juga. Senantiasa bersyukur. Bersyukur karena hal yang sudah terjadi itu biasa. Bersyukur karena hal yang belum terjadi itu luar biasa.
Awali pagi Anda dengan mensyukuri hari yang akan Anda lewati, pekerjaan yang akan Anda lakukan. Presentasi yang harus Anda siapkan. Perjumpaan dengan orang-orang. Percaya deh. Ketika Anda mengubah pola Anda dalam bersyukur. Hidup Anda sudah dan sedang berubah. Buktikan.
Kang Adhi
Kalau ngeBLOG Jangan Emosi, Dong!






saya bersyukur kang adhi balik ngeblog
@ passya
Sama…
Dan saya juga bersyukur dapet internet kampus, yang dipakai buat ngetik komentar ini.
iya om, saya bersyukur tiap hari, hari ini bersyukur karena bisa ketemu ma kang Adhi lagi bahkan telat beberapa postingan..hehehehe.
kadang bersyukur kita tuh lucu, makin bersyukur makin nggak pernah sedekah, jadinya cuman berucap alhamdulillah doank
haha, betul mas pengamatan yang jitu. salah satu indikator bersyukur yang benar mungkin melahirkan tindakan sedekah or berbagi kali ya.
kadang bersyukur itu menjadi alasan tanda ktidakmampuan kita.. contohnya : saya tak mampu membeli mobil, maka outputnya “aduh bersyukur dah bisa naek angkot juga.”..nah syukur macam ini kategorinya gimana.. makanya bersyukur juga harus ikhlas kali yah..
ini jenis bersyukur yang kekanak-kanakan kali ya, suka membanding-bandingkan.
Biasanya klo manusia kena musibah ..jangankan bersyukur..yang ada malah menyalahkan Tuhan .. =3
Mensyukuri hari yang akan saya lewati? saya ga tau caranya
@ passya, sora9n and senja: saya juga bersyukur sampeyan masih menjenguk blog saya.
@ chie, tinggal diucapkan saja kok. Alhamdulillah, untuk hari baru!
alhamdulillah kang adhi parantos berkunjung ke blog saya….
nuhun!!
Sami-sami, mempererat tali silaturahmi.
Terimakasih kang wis di eling-eling khan
sami-sami
Betul kang, bersyukur dalam situasi yang enak lebih mudah dibandingkan jika kita sedang terkena musibah. Padahal apapun yang terjadi dalam hidup kita, syukur adalah salah satu jawabannya.
amin!
Ketika Pilpres usai, sebagian orang dekat lingkar kekuasaan konon deg-degan. Harap-harap cemas menanti panggilan untuk menjadi menteri.
Ketika seseorang terpilih, tayangan tv mempertontonkan si menteri mengucapkan: inna lillahi … dan seterusnya.
Bagaimana dengan yang ini Pak ?
Kalau sudah masuk tayangan tv sudah gak jelas apa itu beneran atau cuma dalam rangka membangun citra.
Salam kenal dari kami salafyindonesia.wordpress.com
salam kenal kembali.
syukur = zikir. artinya setiap saat
Makasih Kang. Saya akan mencoba mempraktekkan untuk selalu mensyukuri semua hal yang saya terima baik itu kesusahan maupun kesenangan.
bersyukur setiap saat..