Kita terbiasa berpikir dalam pola sebab akibat. Sebab yang baik menghasilkan akibat yang baik. Sebab yang buruk menghasilkan akibat yang buruk. Anda berbuat jahat, akibatnya masuk penjara. Anda berbuat baik, hasilnya pun akan baik. Itulah logika karma, atau hukum tabur tuai. Apa selalu begitu?
Pertanyaan itu mungkin muncul dalam benak Anda. Karena, mungkin yang Anda alami tidak selalu demikian. Keluhan semacam ini sering terdengar: “Saya sudah menjadi karyawan yang baik, gak pernah telat, pekerjaan saya selesaikan dengan sempurna. Tapi boss saya tetap saja sinis. Gaji gak naik-naik”.
“Saya sudah menjalankan semua perintah agama, hidup baik. Mengapa nasib saya tetap konyol?”
“Saya sudah menjadi orangtua yang baik, penuh kasih sayang. Anak-anak saya tetap tidak menaruh hormat”
“Saya sudah setia, eh pacar or pasangan saya tetap nyeleweng, selingkuh!”
Sebaliknya: “Mereka yang korupsi, hidup bejat dan seenaknya malah hidup enak”.
Nah, kalau situasi hidup anda seperti itu, nasehat seorang teman saya yang bijak mungkin membantu Anda.
Katanya: “Lihatlah ranting-ranting pohon yang subur di ladang petani. Si petani selalu memotong ranting-ranting pohon yang subur itu. Supaya apa? Agar semakin banyak lagi ranting subur yang menghasilkan buah”.
So, kalau hidup baik Anda tetap mengasilkan derita dan kesusahan. Mungkin Anda adalah ranting yang subur, masuk dalam sekolah derita, supaya berbuah kebaikan lebih banyak lagi.
Maka, memang tidak selalu hukum karma, tabur tuai, sebab akibat yang terjadi. Hukum jagad ini terlalu rumit untuk disederhanakan dalam logika matematis seperti itu.
Betul, tidaklah selalu terjadi smile and the world will smile with you. But even though world does not smile with you, just keep smile. Smile, smile, smile! Dan tetap kerja dong. Kesusahan yang tidak menghasilkan buah, sama aja bohong.
Kang Adhi
Kalau ngeBLOG Jangan Emosi, Dong!






hihihihi..kang adhi, itu kan tagline blog BU EVY Senyum Sehat..
yak, untuk sebuah perubahan, selalu perlu martir, bukan?
ampuuun jeng Evi, tulisannya ini gak ada hubungannya dengan blog Senyum Sehat
ini artinya pantang menyerah-kah Kang?
pointnya: berbuat baik, positif, smile gak harus di hubungkan dengan pahala. just berbuat baik saja. hidup lebih ringan.
Hidup Sekolah Tinggi Penderitaan Diri
haha, kuliah saya nyantol!
Yang penting tersenyum and make the best of it
sepakat!
Aku percaya satu hal, Kang: sesekali kita boleh menyerah untuk berhenti sejenak demi menarik napas…
itu manusiawi!
menurut saya sih… balik lagi ke keyakinan kita,
if you believe that your smile will make the world will smile with you, just do it… keep smiling
gw percaya kok
sepakat. pointnya bukan soal yakin tidak yakin. lihat rekomen saya untuk Neo di atas.
Wakakakakak baca judulnya langsung ingat Bu dr. Evy
Mmmmm setiap pencapaian selalu membutuhkan proses dan kadang suatu proses membutuhkan pengorbanan
ngomong-ngomong soal proses, lagi proses apa sih? Kemana ya bu Evi, lama gak kelihatan.
[...] - baca (Smile and The World will Smile with You!) karena hidup membutuhkan arti. Andalah yang menentukan harga. Berilah nilai atas pengorbanan dan [...]
suwun atas pingnya!
kali terlalu luas ya Kang ?
Di kehidupan yang heterogen, nasehat tentang ladang Pak Tani memerlukan bibit unggulan yang siap “dipotongi” agar bertebaran unggulan baru.
jadi kalau “dipotongi”, yang bisa kita lakukan bersyukur dong ya
saya tergelitik dengan judul tulisan diatas, “…. Masak sih?”
Sepertinya tersirat ada ketidakyakinan… maaf kalau saya salah memahaminya…..
hehe, itulah kekuatan yang harus dimiliki sebuah headline, harus menggrap pembacanya. Celakanya, memang bisa salah dipahami kalau tidak dibaca isinya. Salam kenal
Berharap maka Kecewa…
terlebih jika berharap pada selain Tuhan…
maka Stress akan cepat datang.
Setelah saya mengetahui keampuhan dari makna kalimat tersebut,maka hidup menjadi lebih ringan…
saya mengerjakan sesuatu lebih sebagai ibadah dan saya menyerahkan hasil usaha kepada Tuhan.
Rezeki ternyata luas artinya…
sebagai contoh adalah hidup itu sendiri…
itulah karunia terbaik dari Tuhan…
jika kita lebih dapat memberi yang terbaik maka alam dan seisinya akan memantulkan kembali kebaikan tersebut.
Lakukanlah yang terbaik dengan Ikhlas…
lalu sebenarnya kita tidak sedang Memberi…
justru sedang Menerima…walau hanya senyuman yg tulus…
Tampaknya kita sedang Memberi sesuatu kepada orang lain…
sesungguhnya kita sedang Memberi pada HATI kita sendiri…
yaitu keikhlasan-kelapangan hati-kebahagiaan-kejujuran-ketenangan…kedamaian…terciptalah surga di hati.
Apakah ukuran Bahagia adalah Karir & Income ?
Matur nuwun
Bayu Murti
SiP.. bacaan yg bagus..
saat desperate.. baca tulisan kang Adhi, khususnya ini —- But even though world does not smile with you, just keep smile. Smile, smile, smile! — bikin orang jadi semangat lagee…
biG thX kang Adhi..
Salam
salam kembali des…
d351
ehm …senyum??? ya emang buat sebagian orang senyum itu mudah tapi sebagian orang juga ngerasa sulit untuk tersenyum. emangnya bisa qt senyum disaat qt pingin nangis?? ya kan ngga mungkin!!! jadi menurut gw qt bisa senyum kapan aja qt mau asalkan senyum qt tu ga karna terpaksa!!(-_-)tapi karna qt emang pingin senyum!!! nnt kl qt senyumnya karna terpaksa dunia jg akan ngasih senyumnya karna terpaksa pula…kan ga lucu!!!