Pembunuhan Brutal 2 TKI di Arab, Hadiah 17-an HUT RI 62
Agustus 18, 2007 oleh Kang Adhi
Masih seputar tujuhbelasan. Tepat di hari perayaan kemerdekaan kemarin Human Right News menghadiahi berita pembunuhan brutal yang dialami 2 TKI di Arab Saudi: Siti Tarwiyah Slamet, 32 tahun, dan Susmiyati Abdul Fulan, 28 tahun. Sementara dua rekannya, Ruminih Surtim, 25 tahun, and Tari Tarsim, 27 tahun, masuk unit gawat darurat di rumah sakit Riyadh Medical Complex.
Mereka mengalami penyiksaan sadis karena dituduh menyantet anak laki-laki majikan mereka. Tiga bulan lalu, seorang TKI di provinsi al-Qasim dihukum 10 tahun penjara dan 2000 hukuman cambuk sebagai ganti dari hukuman mati. Kedutaan Indonesia di sana, konyolnya, baru mengetahui peristiwa itu satu bulan sesudahnya. Tidak ada pendampingan atau upaya pembelaan.
Menurut catatan, terdapat sekitar dua juta perempuan dari Indonesia, Sri Lanka dan Pilipina yang sekarang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab.
Berita ini menambah barisan pahlawan devisa yang pulang tinggal nama. Bukan di medan perang. Tetapi di sebuah Negara terhormat Arab Saudi. Sekaligus kasus barbarian ini menunjukkan kegagalan kedua pemerintahan baik Indonesia maupun Arab untuk melindungi warga negara.
TKI, pahlawan devisa atau apapun istilahnya adalah julukan terhormat, sekaligus menutup-nutupi realita dan fakta bahwa mereka “cuma” babu, pembantu rumah tangga yang tidak punya harga. Pekerjaan mencuci piring, mengepel dan membersihkan kakus rupanya telah menjadi pekerjaan kelas kambing. Pekerjaan-pekerjaan kasar semacam itu tidak bisa lagi dilakukan oleh warga negara aristokrat, di negara yang berlimpah minyak dan dolar.
Apa yang dirasakan keluarga Siti, Susmiyati, Ruminih dan Tari mendengar berita semacam ini? Ada linangan air mata yang tidak tahu kapan akan berakhir. Mimpi buruk yang akan menghantui mereka selama bertahun-tahun. Perasaan marah yang tak punya saluran pelampiasan. Dan barangkali sedikit penghiburan dari tetangga dan sanak saudara. Menaruh sejumput uang tanda duka cita. Lalu melupakannya sebagai sebuah kisah sedih.
Saya tidak yakin, apakah akan ada aksi sejuta umat, aksi sejuta tanda tangan, kedutaan yang di demo. Karena cerita tentang empat sekawan ini adalah aib di muka sendiri. Sebuah propaganda yang mengganggu agenda-agenda politis mereka.
Rakyat dan umat, jangan disodori cerita beginian dong ah! Maluuuuuu ana.
Tragis! (Maaf, kata “Merdeka” tak layak diteriakkan di sini)
Kang Adhi
Kalau ngeBLOG Jangan Emosi, Dong!






Waduh. Waduh. Waduh.
…
(speechless)
gak bisa pakai `merdeka` memang.
Wong Arab yang harus disalahkan, Atau TKI-nya…?
Ck…ck..ck…
kalau salah-salahan jadi repot juga
Ya begitulah, padahal syariat Islam sudah memberi lampu merah buat para wanita yg pergi tanpa mahram. Smoga kita bisa mengambil hikmah dari hal tersebut
ada fallacy gak ya dalam commentnya?
#4 Gugun
Mudah-mudahan bukan bermaksud “mengecilkan masalah”, penggunaan syariat Islam di sini.
Kenapa? Karena Syariat tidak bisa serta-merta diterapkan dalam kondisi ekonomi yang paceklik. Dan Hikmah hanyalah judul sinetron saja belakangan ini *OOT*
Kalo menuruti hal-hal begitu, si dubes bisa benar donk?
“Semua itu takdir™”
Yeah, right! Tutupi semua dengan kata takdir dan hikmah, dan semua akan jadi sederhana….
*sigh*
kayaknya Mr. Gugun yang harus jawab
Ironis…
Di negara sendiri terjadi pesta rakyat yang heboh (yang menurut saya merupakan bentuk perayaan yang tidak terlalu tepat) tapi di sisi lain terjadi perayaan dengan kematian
Kita tunggu saja apakah pemerintah kita (melalui penyambung lidah dan tangan di KBRI) mampu menyelesaikan masalah ini…
TKI…bahkan setelah kembali di negri sendiri pun masih “disiksa” … mereka dituntut membayar berbagai macam pungutan liar di bandara…
Indonesia negriku, ironinya banyak sekali
gila ! bahkan kedutaan aja `ga tau ????
*keterlaluan*
jgn mengirimkan TKI/W kalau “tak bisa bahkan tak tahu apa2″. beuh…..
kritik untuk KBRI!
Tapi Kang, perlu diselidiki juga, apakah para TKI itu masuk lewat jalur resmi (kedutaan & imigrasi), atau secara ilegal. Kalau secara ilegal, tentu saja sulit bagi KBRI untuk mengetahui keberadaan mereka. Satu-satunya akses KBRI ke mereka, kalaupun ada, lebih banyak jika mereka sudah masuk koran/berita…
Lain soal kalau para TKI tersebut memang masuk secara legal dan terdata di kedutaan. Kalau memang begitu, KBRI-lah layak disalahkan atas keterlambatan info tentang nasib mereka.
Kalau sudah menyangkut nyawa warganegara apakah ilegal dan legal masih relevan ya?
SAYA SENDIRI KURANG LEBIH 12 TAHUN DI ARAB SAUDI, MEMANG SUDAH WATAK RATA RATA ORANG SAUDI MAU MENANG SENDIRI, TAPI BANYAK JUGA YANG BAIK BAGAI MALAIKAT, ADA BEBERAPA HAL YANG PERLU DISAYANGKAN.
01. WARGA INDONESIA LEBIH DI LECEHKAN DARIPADA WARGA WARGA YANG LAIN, INI MUNGKIN KARENA BANYAKNYA WANITA NAKAL BERKEWARGA NEGARAAN INDONESIA.
02. KURANG PEMBELAAN DARI PIHAL DUBES RI. BEDA DENGANPEMERINTAH PILIPINA (DUBES PILIPINA SELALU HADIR MEMBELA RAKYATNYA YANG BERMASALAH APAPUN POSISI RAKYATNYA) ATAU MUNGKIN RAKYAT INDONESIA TERLALU BANYAK, SEHINGGA SENANG BILA ADA YANG HILANG.?!!
03. WARGA INDONESIA DI SAUDI MAYORITAS TIDAK BERPENDIDIKAN, SEHINGGA TIDAK MENGENAL HUKUM YANG HARUS DIA TEMPUH BILA TERJADI MASALAH, BANYAK TKW YANG DIPERKOSA TAPI TAKUT MENGADU KARENA TIDAK TAHU HARUS MENGADU PADA SIAPA.
POKOKNYA..KALAU MAU WARGA INDONESIA DI LUAR NEGERI UMUMNYA DAN ARAB SAUDI HUSUSNYA LEBIH DI HARGAI, MAKA SARAN SAYA MULAILAH DENGAN MEMPERBAIKI SUMBERDAYA MANUSIA CALON TKI/TKW, DAN JUGA RASA KEMANUSIAAN PEJABAT DUBES, KJRI SETEMPAT.
SARAN SAYA, SEBAIKNYA PEMERINTAH INDONESIA MEWAJIBKAN MAJIKAN MAJIKAN TKW/TKI UNTUK MELAPOR KE KJRI MINIMAL 1 KALI SETAHUN, DENGAN MEMBAWA TKW/TKI NYA, SEHINGGA KJRI MEMILIKI KESEMPATAN UNTUK BERTANYA LANGSUNG PADA TKW/I TENTANG KEADAAN DIRINYA.
SEMOGA NEGARA KITA SEMAKIN MAJU TERUTAMA DIBIDANG PENDIDIKAN,SEHINGGA TIDAK PERLU LAGI MENGIRIM TKI/TKW UNTUK MENJADI BABU RUMAH TANGGA.
HIDUP BANGSA INDONESIA..!!!
http://www.umroh.wordpress.com
makasih masukannya
Sungguh-sungguh menyedihkan…
(** speechless **)
tul mas
gila…gila…gila….!
aku gak mau nyalahin bangsa ini deh.
aku cuma mau ngritisi pemerintahannya.
kayanya masalah TKW ini udah berulang-ulang banget deh.
tapi kok ya gak pernah beres juga.
padahal kepergian mereka ke LN juga berjasa dalam meningkatkan devisa.
ternyata usia 62 belum buat kita menjadi lebih bijak lagi dalam bertindak.
*geleng-geleng, dituduh nyantet?*
mas, aku izin link blognya boleh ya.
sangat diizinkan dong
Gak dimana2 ya…. tuduhan dukun atau pelaku santet bisa berakibat fatal. Hari gini masih main hakim sendiri, sumpah pocong dong….
Saya heran sekali begitu banyak tenaga kerja Indonesia yang lebih tertarik bekerja di luar Indonesia daripada di Indonesia sendiri. Pernah suatu kali saya menyaksikan sendiri di KBRI Singapura, begitu banyak wanita-wanita Indonesia yang menjadi korban siksaan para majikan. Sewaktu saya berbicara dengan para wanita tersebut, bahasa Inggrisnya saja berantakan dan berwatak keras. Saya berkesimpulan para wanita ini merusak nama bangsa Indonesia. Karena dengan demikian bukan mendatangkan devisa bagi Indonesia tetapi mendatangkan bencana bagi para wanita tersebut dan merusak nama baik bangsa Indonesia. Juga satu peristiwa lagi yang saya temukan di Singapura, ada seorang gadis muda yang ditinggalkan oleh kekasihnya di KK Hospital karena demam. Dan pria tersebut adalah orang yang berkebangsaan Inggris, menurut kesaksian kepala suster KK Hospital bahwa pria tersebut membawa gadis ini dari Jakarta. Sewaktu siuman gadis ini, KK Hospital menagih biaya opname di KK Hospital sebesar S$6000. Dan gadis ini tidak memiliki uang sepeserpun. Akibatnya, KK Hospital menahan passport gadis tersebut dan menyuruh gadis tersebut untuk minta bantuan KBRI di Singapura. Saat itu saya sedang berada di KBRI Singapura untuk melapor keadaan saya di Singapur. Saya sangat terkejut gadis ini dengan percaya diri yang berlebihan meminta Bapak Gozali (pada saat itu) untuk membayar biaya opname gadis ini di KK Hospital dan minta tiket ke Jakarta. Dan gadis ini berjanji akan mengirimkan uang ke Bapak Gozali setibanya di Jakarta. Benar-benar gadis ini menggampangkan segala masalah. Untungnya, Bapak Gozali menolak permintaan gadis ini. Akhirnya saya diminta pendapat oleh Bapak Gozali tentang gadis tersebut dan saya katakan pada gadis ini supaya gadis ini bekerja sebagai tenaga honorer di KK Hospital sampai hutang opnamenya terlunasi. Tetapi jawaban dari gadis ini bahwa gadis ini lebih menyukai tempat hiburan yang banyak musik dan kerlap-kerlip lampu. Saya sangat kesal sekali melihat tingkah gadis ini!
Saya pun juga pernah beberapa kali bekerja di luar Indonesia mulai dari sebagai tukang cuci piring di Inggris dan Australia, tukang pemeliharaan apartemen di Bahrain dan pada akhirnya bekerja sebagai bagian tele-marketing di salah satu koran terbesar di Amerika Serikat. Dan faktanya, saya tidak pernah membuat repot KBRI di negara manapun saya berkunjung.
Nah, disini sedikit mau saya sampaikan untuk saudara-saudaraku di Indonesia, cobalah bertanya pada diri sendiri sebelum Anda berangkat keluar negeri untuk bekerja “Apakah Anda layak bekerja di luar Indonesia hanya karena gaji yang lebih besar?” “Bagaimana dengan bahasa dan tingkah laku Anda?” Apabila jawaban Anda bahwa Anda tertarik bekerja di luar Indonesia hanya karena gaji yang besar, saya katakan bahwa di Indonesiapun, para majikan pun mampu membayar tinggi gaji Anda apabila Anda memberikan kemampuan Anda yang terbaik untuk pekerjaan Anda.
Bangsa Indonesia menjadi bahan tertawaan dunia apabila Anda menjadi korban penyiksaan majikan Anda di luar Indonesia. Negara Indonesia masih mampu memberi Anda pekerjaan apabila Anda mendatangi tempat pekerjaan dengan itikad dan niat yang bersih!
Semoga pesan saya ini bermanfaat untuk Saudara-saudara di Indonesia yang berminat bekerja di luar Indonesia!!!
makasih sharingnya
Sungguh kasihan nasib warga bangsaku…
Kita nggak usah saling menyalahkan, namun perlu untuk introspeksi diri, baik pemerintah, TKI, maupun KJRI agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
habis instropeksi harus ada langkah konkret
Warga negara berhak mendapatkan perlindungan dan pemerintah berkewajiban melindungi warganya nun di luar sana, siapapun dia… katakanlah warganegara tersebut tidak berpendidikan, ia juga warga dan saudara kita.
Maaf, bagi yang merasa berpendidikan tinggi, kurang pantas kiranya memandang rendah saudara kita, terlebih menyangkut “kematian”.
Sudah menjadi kewajiban bagi yg berpendidikan untuk membagi ilmunya dan bagi yg berkuasa ubtuk melindungi warganya.
saya sangat setuju cak!
@ All
ok, jujur … sori kalo agak menyangkut SARA tapi lebih baik gw blak blakan…
gw bisa ngomong gini karena gw orang Indonesia tulen (palembang) dan istri gw dari Yaman (hadramout) kebetulan gw kuliah di oz
sekali lagi sorry…maaf…alafu…rada sara nih….
di Saudi mereka menyebut bangsa mereka “JAMAAH” dengan faham SALAFY WAHABI
sedangkan buat orang barat mereka menyebutnya “FRANJI” sedangkan orang ASIA seberti indonesia mereka menyebutnya “AKHWAL”
mereka menganggap kedudukan (KASATA) JAMAAH berada di atas AKHWAL…makanya di indonesia dikenal istilah ARAB HARUS KAWIN DENGAN ARAB terutama wanitanya …
mungkin gw satu dari sedikit yang kedudukanya kebalikanya karena sebagian dari mereka sudah mulai menyadari persamaan derajat/tau diri. sedangkan untuk orang SAUDI silahkan tanya langsung ke daerah Condet-Jaktim. Bahwa di kalangan warga keturunan arab pun mereka tidak disukai karena sifat mereka yang AROGAN dan merasa memiliki derajat paling tinggi.
——————————————————————————-
jadi buat TKI yang nganggep orang SAUDI tuh baik silahkan saja (karena memang ada) tetapi buat orang SAUDI …inget bukan ARAB…KARENA GW TEGASKAN…ORANG SAUDI …
——————————————————————————-
ORANG SAUDI yang BERFAHAM SALAFY WAHABI memang merasa diri mereka LEBIH TINGGI dan tidak menghargai hak kaum wanita jika nggak percaya silahkan cek mengenai salafi wahabi.
——————————————————————————-
saran gw, buat WNI kalo emang ngebet ke saudi silahkan terima resikonya. tapi kao masih ada jalan lain ya monggo cari jalan alternatif…NDAK JADI TKI NDAK PATEKEN
MERDEKA !!
makasih opininya ya
Kalau kata guru sma saya tuh si TKInya yang salah, udah tau wong kerja di arab pasti begitu nasibnya walau gaji gede.. tapi harusnya siy 2-2nya salah..
mungkin juga
Salah satu hal yang mau saya lihat dari saudara-saudara yang sering teriak-teriak “persaudaraan muslim”, adalah aksi yang sama seperti Aksi Sejuta Umat atau Solidaritas Untuk Palestina.
Jangan hanya trend sesaat™ saja aksi-aksi demikian
*waiting*
udah ada aksinya?
*ngerokok sambil cekikikan*
Turut berbelasungkawa atas nasib TKI secara khusus, dan nasib bangsa Indonesia secara umum. Tampaknya Indonesia tidak berarti apa apa di arab sana, apa kita boikot aja mereka biar nyaho?
Boikot apaan??
Haji??
bisa dihalalkan darahmuAir zamzam??!
mau dipentung para arab-minded,apa?!Hehehe… pesawat Indonesia saja sempat mau dicekal, orang kita sudah keteteran…
Yang patut disalahkan pemerintah……. harus ada system monitoring yang ajeg bagi pekerja2 kita di sana…
salam
masukan untuk pemerintah. banyak masukan gak ada keluaran.
jangan keras berteriak di garda depan sebelum yakin bahwa diri kita bisa menghargai pembantu rumah tangga rumah kita sendiri. sudahkah?
*dudukmerenung
mari refleksi
aku cuma bisa geleng2 kepala plus komentar ya..ya… (kaya orang tua mengut - mangut)
masih geleng2?
jadi ngebayangin FPI teriak “Allahuakbar” sambil mau bakar kedubes Arab……
*gubraks.., tersadar dari khayalan yg ga mungkin*
pungguk merindukan bulan
kalo udah lulus kuliah, pokoknya aku mesti jadi orang kayaaaaaaaaa!
punya banyak duit, biar bisa buat lapangan kerja yang banyak buat sodara-sodara sebangsaku yang gak bisa apa-apa di negeri orang.
amin…
latihan solider dan berbagi gak harus nunggu kaya lho, ka
hehehe, betul kang.
tapi kalo udah kaya kan bisa berbuat banyak untuk mereka.
sekarang alhamdulilah juga lagi nyicil investasi kebaikan kok bareng pengamen dan anak-anak jalanan di perempatan lampu merah.
semoga yang sedikit ini bisa dinilai ibadah, amin…..
amiiin semoga amal ibadahnya tambah banyak dengan sering-sering mampir ke blogku
[...] apa ya? Tentang TKI saja dulu. Soalnya tadi sempat membaca postingan tentang TKI di tempatnya Kang Adhi, Bang Arif, dan di bataknews. Saya mau menyampaikan pandangan pribadi saja. Dimana sangat mungkin [...]
TKI dan TKW di siksa? sistem ketenagakerjaan kita memang carut marut terutama untuk TKI dan TKW dari dulu UU ini masih belum final. Kondisi ini dipicu oleh banyaknya anggota DPR / D yang merangkap menjadi PJTKI. Sehingga mempersulit TKI / TKW memperoleh perlindungan yang layak. Rezim SBY dan JK memang rezim mucikari jadi …….. ya cari untunglah dari pengiriman tenaga kerja ke luar negeri ( soal Devisa neeh ). Di Palembang, justru pemerintah mendorong warganya untuk bekerja di luar negeri. Tapi anehnya, pemprov Palembang tidak pernah menyiapkan infrastruktur dan suprastrukturnya ….. hasil akhirnya ya ….tenaga kerja kita di eksploitasi oleh orang asinglah. Mereka tidak mengeluarkan biaya produksi ( perempuan Indonesia yang melahirkan, merawat, mendidik, dll ) tapi tidak menerima manfaat dari yang dilahirkan ( sorry ini secara kasar begituuuu …
dan selain itu orang asing melihat Indonesia saat ini adalah negeri diambang kehancuran ……… banyak pengangguran ( 2006 - 45 juta penganggur ), miskin, angka kematian ibu dan anak sangat tinggi, anak putus sekolah makin membengkak …….
lina
Lina
TKI dan TKW di siksa? sistem ketenagakerjaan kita memang carut marut terutama untuk TKI dan TKW dari dulu UU ini masih belum final. Kondisi ini dipicu oleh banyaknya anggota DPR / D yang merangkap menjadi PJTKI. Sehingga mempersulit TKI / TKW memperoleh perlindungan yang layak. Rezim SBY dan JK memang rezim mucikari jadi …….. ya cari untunglah dari pengiriman tenaga kerja ke luar negeri ( soal Devisa neeh ). Di Palembang, justru pemerintah mendorong warganya untuk bekerja di luar negeri. Tapi anehnya, pemprov Palembang tidak pernah menyiapkan infrastruktur dan suprastrukturnya ….. hasil akhirnya ya ….tenaga kerja kita di eksploitasi oleh orang asinglah. Mereka tidak mengeluarkan biaya produksi ( perempuan Indonesia yang melahirkan, merawat, mendidik, dll ) tapi tidak menerima manfaat dari yang dilahirkan ( sorry ini secara kasar begituuuu …
dan selain itu orang asing melihat Indonesia saat ini adalah negeri diambang kehancuran ……… banyak pengangguran ( 2006 - 45 juta penganggur ), miskin, angka kematian ibu dan anak sangat tinggi, anak putus sekolah makin membengkak …….
lina
yyyyyyyyyeeeeeeeeeaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh
mAkanyA jangAn maU di inJak2 ma neGarA laeN …
haRam hukUmnYa …
waHai negAra … !! beRusaHa dOnk biAr janGan setEruSnyA kitA harUs kiRim TK kE sAna … semEntaRa di siNi orAng meMang suSah caRi kerJa, ga dA keSempaTan … !!
GanYang PembodohAn, gaNyang PenindasAn, gAnYang mEreKa yAng mengiNjak2 hArgA diRi banGsa IndonesIa …
gAnYang sEmuA yg mEmbUat keAdaaN jD sulIt sErtA peNuh kEpahitAn dAn kEmisKinaN …
KomUku kOmuKmU
ckckckck….
MemanK teRlalu…
ASSHOLE
semoga yang salah di ampuni dosa oleh-Nya
Mengapa ya banyak TKW asal jawa mau jadi tukang cuci WC babu rumah tangga di Arab dan Malaysia….?
Jawabannya: Bangsa Indonesia tetap dalam kemiskinan, pengangguran banyak, perampok banyak, kropsi elite kita banyak, daripada kelapran dinegeri sindiri lebih baik jadi tukang cuci WC jadi babu rumah tangga di Arab.
Kalau nanti diperkosa oleh keturunan Muhammad Arab…?
Pemerintah Indonesia hanya memberi jawaban:
Nanti diurus sampai tundas ini jaminan lidah gak bertulang…
besok terdengar lagi perkosaan TKW di Arab…? jawaban sama: Nanti diurus sampai tundas.
Begitu TKW nya pulang dari Arab membawa anak haram….
pemerintah sambut : Untuk pertumbuhan generasi penerus.
Seperti Jusuf Kalah katakan…., kan bagus untuk keturunan bangsa Indonesia menyerupai bangsa Arab.
Tetapi yang terkesan dalam hal peristiwa perkosaan TKW di Arab….? FPI semuanya diam gak berani demontrasi di kedutaan Arab Jakarta….ya kemongkinan mereka menganggap ah Islam sama islam gak apa-apa mas nabi kitapun demikian tukang ngesek dengan anak umur 9 tahun Aisha.
Tetapi begitu film “Fitna” melecehkan islam….? telur busuk bertaburan di kedutaan Belanda Jakarta. Ini demontrasi FPI memperlihat segala kemunafikan islam…seperti pepatah mengatakan: Koman seberang saudi nampak, sedangkan gaja dpelobok mata gak nampak.
Ini yang dinamakan kemunafikan islam bersorban agama dengan segala kemunafikan. Kasihan jika kita melihat manusia-manusia islam keturunan nabinya Muhammad.
DARI POHON SUDAH DAPAT KITA MENGENAL BUAHNYA.
Mr.Nunusaku,
LO ngomong pake pantat ya…..? pantesan blepotan ama eek lo
Wah gak apa-apa mas, kan sama-sama keturunan Mahammad kalu yang buat itu bangsa kafir…? oh sudah tentu FPI sudah demontrasi dikedutaan Arab.
Ya karena sama-sama muslim FPI pura-pura gak tahu atau memang gak mau anarkis sesama muslim. Kasihan ya….
TKW di Arab….sudah baca di media Internet ada pelacur TKW dari Jawa menjual diri di Riath kedutaan RI sudah mengetahui hal itu. Yang ada yang mengatakan harga perempuan Indonesia seharga 50 wang Arab karena pepenya wong TKW Jawa sangat kecil dan itu kenikmatan bagi kontolnya Arab. Anda sudah kepuncak….nah disana
manusia Arab sedang bermalam dengan gadis panggilan…
nah anda bayangkan apa yang terjadi dipuncak tentang keturunan nabi Muhammad manusia Arab.
INDONESIA PERLU KETEGASAN
KETERLALUAN GATULA
SKB AHMADIYAH G JELAS BANGET. REDAKSI tulisan SKB Ahmadiyah sepertinya dibuat oleh Anak SMP yaaaa. Lihat aja poin ke enamnya