Ada masa ketika aku melihatmu
tertatih mengitari sunyi
menjumputi asa
sisa-sisa peziarah yang lapar
dan menggadaikan mimpinya
rindu aku melihatmu lagi
meski berkerudungkan debu yang menguratkan
panjang perjalanan yang kau ukir di atas pasir
sebentar lenyap terkais-kais angin
hari ini,
diseberang jalan yang kukira akan kau pintas
menunggu aku bersua denganmu
tetapi badai yang datang
tak menyisakan sedikit bayang-bayangmu
kang Adhi
(Belum ada judulnya, siapa yang mau beri judul?)
Kalau ngeBLOG Jangan Emosi, Dong!






“Belum Ada Judul”
ngasaal!
ini puisi buat siapa??
rahasia dong!
Adakan saja sayembara berhadiah untuk pemilihan judul puisi itu Kang?
gak punya stock hadiah, hehe
Kenapa ndak dikirim ke media saja, kang??
Kan nggak ngomongin sayap Ikarus?
blog khan juga media, cuma gak ada honornya tapi malah bayar.
kalo dikasi judul “secuil asa”, piye kang?
hehehe, usul…usul….
kalo diterima, makan-makan yak:)
makan-makannya juga secuil yak!
gimana kalo kasih judul :
persuaan harap
dipikirkan dulu ya,
Ha ha ha!
“sekali-sekali” atau “sesekali” atau “sekali-kali”???
mmm klo dikasi judul : akhir penantian
*ngasal mode* hehehe
hmm. mesti tanya guru bahasa indonesia nih..
masak makan-makannya cuma secuil aja sih kang?
*merajuk di sudut*
duh, kalau pakai merajuk begini yang susah hihi..
[...] ke blog orang sepertinya lagi banyak yang seneng puisi… apa aku termasuk orang yang ikut-ikutan mereka? ah [...]
Saya usul judulnya .. Menunggu mu
walah, ngapain nunggu di pinggir jalan Kang Adhi? Emangnya polantas? Atau tukang jual aqua hihihi
Saran saya, jangan nunggu aja, aktif cari kontak Si Dia
mhm,,,gimana yah kalo aku kasih judul “Di seberang jalan”
yaa,,,,sedikit asal sh tapi dari pada ga punya judul,,,hehe.kan kasihan th puisi jd ga jelas kn,,
tanpa asa he he he
tanpa asa he he he atau aku kasihan banget menunggu sendiri dan dicuekin hue he he…
Judulnya “Hilang”…
bagaimana?
[...] Sekali-sekali Menulis Puisi Ada masa ketika aku melihatmu tertatih mengitari sunyi menjumputi asa sisa-sisa peziarah yang lapar dan menggadaikan mimpinya rindu aku melihatmu lagi meski berkerudungkan debu yang menguratkan panjang perjalanan yang kau ukir di atas pasir sebentar lenyap terkais-kais angin hari ini, diseberang jalan yang kukira akan kau pintas menunggu aku bersua denganmu tetapi badai yang datang tak menyisakan sedikit bayang-bayangmu kang Adhi (Belum ada judulnya, siapa yang mau beri judul?) [...] Posted by admin sertifikat komputer internet Subscribe to RSS feed [...]
Dear Kang Adhi, Mas Adhi…
Apa khabar?
Aku ingat kita sering berbalas puisi sekitar 15-20 tahun yang lalu.
Mungkin kamu ga ingat aku?
Aku boleh kasih judul?
” RINDUKU TETAPI BAYANGANMU MENGHILANG … ”
Mudah-2an pas ya judulnya? He.he.
All the best for you… Please send me your email…
Ika, Alumni ASMI Santa Maria – Yogyakarta
keren .
yeadhi !
Bgmana kalo judulnya ‘DALAM BAYANG BADAI MENGHAPUS JEJAKMU’ !?
puisinya bagus, pengalaman pribadi ya???