<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Komentar di: Calo di Stasiun Gambir - Tunawisma di Jatinegara</title>
	<atom:link href="http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/</link>
	<description>TERBATAS: Untuk yang Suka Kalimat Bernas, Merdeka &#38; Mencerahkan - Kang Adhi</description>
	<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 16:29:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>Oleh: amargiamargo</title>
		<link>http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1952</link>
		<dc:creator>amargiamargo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 13:50:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1952</guid>
		<description>Indonesia tanpa percaloan? Tanpa korupsi?
Seperti ..... makan nasi dengan sambel trasi, tapi ikan asinnya lupa beli. Kurang sedap, kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia tanpa percaloan? Tanpa korupsi?<br />
Seperti &#8230;.. makan nasi dengan sambel trasi, tapi ikan asinnya lupa beli. Kurang sedap, kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: liezmaya</title>
		<link>http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1646</link>
		<dc:creator>liezmaya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 05:10:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1646</guid>
		<description>sebelum keberangkatan bisa juga kan kang kita nyari duit tambahan buat jajan, jadi calo haha

*lumpaaaaaat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebelum keberangkatan bisa juga kan kang kita nyari duit tambahan buat jajan, jadi calo haha</p>
<p>*lumpaaaaaat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sigid</title>
		<link>http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1326</link>
		<dc:creator>sigid</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Sep 2007 09:32:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1326</guid>
		<description>Wah, saya tiap bulan 1-2 kali naik kereta api dan calo itu ada terus kok mas bahkan 3 tahun terakhir semakin parah.
Tiket kereta akhir pekan hampir selalu di calokan.
Tahun 2004 tiket untuk mudik lebaran masih bisa didapat 30-25 hari sebelum keberangkatan.
Tahun ini tiket habis setelah 15 menit loket dibuka (di Jatinegara).
Betul mas, jam kedatangan kereta memang hampir selalu terlambat 1-2 jam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, saya tiap bulan 1-2 kali naik kereta api dan calo itu ada terus kok mas bahkan 3 tahun terakhir semakin parah.<br />
Tiket kereta akhir pekan hampir selalu di calokan.<br />
Tahun 2004 tiket untuk mudik lebaran masih bisa didapat 30-25 hari sebelum keberangkatan.<br />
Tahun ini tiket habis setelah 15 menit loket dibuka (di Jatinegara).<br />
Betul mas, jam kedatangan kereta memang hampir selalu terlambat 1-2 jam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Juliach</title>
		<link>http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1296</link>
		<dc:creator>Juliach</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Sep 2007 08:43:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1296</guid>
		<description>Kang naik TGV aja, ngak ada calo &#38; reservasi tiket pakai internet jauh lebih murah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kang naik TGV aja, ngak ada calo &amp; reservasi tiket pakai internet jauh lebih murah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: syafriadi</title>
		<link>http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1248</link>
		<dc:creator>syafriadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 08:20:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1248</guid>
		<description>kalau jadwal kedatangan ditambah 1 jam jadinya nanti malah telat 2 sampai 3 jam mas :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau jadwal kedatangan ditambah 1 jam jadinya nanti malah telat 2 sampai 3 jam mas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Emanuel Setio Dewo</title>
		<link>http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1234</link>
		<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 07:28:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1234</guid>
		<description>Wah, Bro Mbelgedez kayaknya harus menebar ayat2 suci dulu sebelum mengharamkan calo :D

(** Kabur **)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, Bro Mbelgedez kayaknya harus menebar ayat2 suci dulu sebelum mengharamkan calo <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>(** Kabur **)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mbelgedez</title>
		<link>http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1230</link>
		<dc:creator>mbelgedez</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 02:33:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1230</guid>
		<description>Calo itu usaha yang haram. Jadi kita jangan beli barang yang haram.




(kabuuuurrr.......)

&lt;em&gt; mendukung komentar mas dewo di bawah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Calo itu usaha yang haram. Jadi kita jangan beli barang yang haram.</p>
<p>(kabuuuurrr&#8230;&#8230;.)</p>
<p><em> mendukung komentar mas dewo di bawah</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mbelgedez</title>
		<link>http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1227</link>
		<dc:creator>mbelgedez</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 00:17:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1227</guid>
		<description>Setahu saya kang, Transportasi Massal di Indonesia yang tidak bebas calo adalah PT. KAI dan PT. Pelni. Mereka sangat alergi dengan yang namanya TI. 
Apa sulitnya menjadikan sistim pemesanan tiket menjadi On Line ???
Bilamana ticketing mereka menjadi On Line, maka saya berani jamin akan bebas calo. 
Tapi mereka memang sengaja tidak membuat On Line sistem mereka, sebab, bisa-bisa mereka kehilangan keuntungan tambahan dari  Nyalo.


Waaa.ka...ka...ka...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setahu saya kang, Transportasi Massal di Indonesia yang tidak bebas calo adalah PT. KAI dan PT. Pelni. Mereka sangat alergi dengan yang namanya TI.<br />
Apa sulitnya menjadikan sistim pemesanan tiket menjadi On Line ???<br />
Bilamana ticketing mereka menjadi On Line, maka saya berani jamin akan bebas calo.<br />
Tapi mereka memang sengaja tidak membuat On Line sistem mereka, sebab, bisa-bisa mereka kehilangan keuntungan tambahan dari  Nyalo.</p>
<p>Waaa.ka&#8230;ka&#8230;ka&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1226</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Aug 2007 14:29:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1226</guid>
		<description>Ho..ho.... Kang Adhi sedang survey pelayanan transportasi kereta atau tunawisa? :D  Agaknya sarana transportasi di negeri kita memang erat kaitannya dengan kaum "gepeng" (gelandangan dan pengemis). Tak hanya kereta api, di terminal-terminal juga banyak tuh kaum "gepeng"-nya. Ini menyangkut nasib kehidupan rakyat kecil. Kalau di tempat-tempat semacam itu banyak berkeliaran kaum tunawisma, menerut hemat saya, kok, jangan disalahkan kaum "gepeng"-nya. Tapi lihat tuh, orang-orang yang bisa ngorok dengan nikmatnya di gedung senayan yang megah. Apa pernah terlintas dalam pikiran mereka untuk ikut membantu mengurangi kaum "gepeng". Kasihan kalau mereka harus diusir lantaran nggak punya tempat hunian.


&lt;em&gt; tul "gepeng" jangan disalahkan, yang disalahkan yang gak bisa menyejahterakan mereka</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ho..ho&#8230;. Kang Adhi sedang survey pelayanan transportasi kereta atau tunawisa? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Agaknya sarana transportasi di negeri kita memang erat kaitannya dengan kaum &#8220;gepeng&#8221; (gelandangan dan pengemis). Tak hanya kereta api, di terminal-terminal juga banyak tuh kaum &#8220;gepeng&#8221;-nya. Ini menyangkut nasib kehidupan rakyat kecil. Kalau di tempat-tempat semacam itu banyak berkeliaran kaum tunawisma, menerut hemat saya, kok, jangan disalahkan kaum &#8220;gepeng&#8221;-nya. Tapi lihat tuh, orang-orang yang bisa ngorok dengan nikmatnya di gedung senayan yang megah. Apa pernah terlintas dalam pikiran mereka untuk ikut membantu mengurangi kaum &#8220;gepeng&#8221;. Kasihan kalau mereka harus diusir lantaran nggak punya tempat hunian.</p>
<p><em> tul &#8220;gepeng&#8221; jangan disalahkan, yang disalahkan yang gak bisa menyejahterakan mereka</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: deKing</title>
		<link>http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1225</link>
		<dc:creator>deKing</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Aug 2007 10:31:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/27/kereta/#comment-1225</guid>
		<description>Oh baru safari keliling kota ya Kang? Pantesan lama gak ada tulisan baru.

Calo tiket banyak. Kalau calo surga ada gak ya?

&lt;em&gt; calo surga lebih banyak kaleee..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oh baru safari keliling kota ya Kang? Pantesan lama gak ada tulisan baru.</p>
<p>Calo tiket banyak. Kalau calo surga ada gak ya?</p>
<p><em> calo surga lebih banyak kaleee..</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
