Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Agama’ Category

Masih seputar tujuhbelasan. Tepat di hari perayaan kemerdekaan kemarin Human Right News menghadiahi berita pembunuhan brutal yang dialami 2 TKI di Arab Saudi: Siti Tarwiyah Slamet, 32 tahun, dan Susmiyati Abdul Fulan, 28 tahun. Sementara dua rekannya, Ruminih Surtim, 25 tahun, and Tari Tarsim, 27 tahun, masuk unit gawat darurat di rumah sakit Riyadh Medical Complex.

(lebih…)

Read Full Post »

Puisi adalah jendela jiwa

Tempat kita bertukar kata dan isi hati

Ada yang luput dari perhatian saya. Maafkan. Ini soal pembrangusan puisi berjudul Malaikat karya Saiful Badar yang dimuat di Pikiran Rakyat, Sabtu 4 Agustus. Beberapa blog sudah mengulasnya di sini, di sini.

Orang boleh tidak setuju, marah-marah dengan tulisan seseorang. Tetapi ketidaksetujuan yang diungkap dalam tuntutan dan tindakan pembrangusan itu barbar. Preman.

(lebih…)

Read Full Post »

Kita terbiasa berpikir dalam pola sebab akibat. Sebab yang baik menghasilkan akibat yang baik. Sebab yang buruk menghasilkan akibat yang buruk. Anda berbuat jahat, akibatnya masuk penjara. Anda berbuat baik, hasilnya pun akan baik. Itulah logika karma, atau hukum tabur tuai. Apa selalu begitu?

(lebih…)

Read Full Post »

Anda mungkin masih ingat Koran Jyllands Posten, dari Denmark, pada 30 September 2005 menampilkan kartun wajah Nabi Muhammad yang membuat dunia (Islam) marah.

Tetapi sedikit orang di Indonesia tahu ada peristiwa yang mungkin dapat memancing urat marah yang sama. Setahun kemudian, September 2006 sebuah peristiwa terjadi di Pace University, sebuah universitas swasta di New York Amerika.

Peristiwa konyol: ada orang, kemungkinan mahasiswa di universitas tersebut, membuang, tepatnya menaruh, Al Quran di lubang kakus atau WC. Siap di flush atau disentor.

(lebih…)

Read Full Post »

Kemarin dengan keluarga, saya menyempatkan ziarah ke makam ayahanda di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. TPU, tempat pemakaman umum, ini lebih tertata baik dibandingkan TPU lain yang dikelola pemerintah. Artinya, posisi makam diatur rapi. Dalam setiap makam hanya diijinkan batu nisan atau salib. Tidak diijinkan diberi beton atau dibuat kijing. Hanya rumput. Tujuannya supaya makam dapat menjadi daerah resapan air.

(lebih…)

Read Full Post »

Menurut hasil riset terbaru, aktivitas nge-sex (baca: hubungan seksual) remaja perempuan rata-rata mulai di usia 17,6 tahun. Tidak jauh berbeda dengan remaja pria yang 17,2 tahun. Dibandingkan 50 tahun lalu, terbukti ada percepatan 1 tahun untuk pria dan 3 tahun untuk perempuan.  

Temuan lain yang menarik: ada pertumbuhan signifikan hubungan sejenis antara kaum perempuan usia 18 s.d. 69 tahun. Yaitu 4 persen lesbian pada survey terakhir dibanding 2,6 persen di tahun 1992. Sementara hubungan homoseksual di kalangan pria relatif stabil yaitu 4.1 persen.

(lebih…)

Read Full Post »

Bersyukur biasanya kita kaitkan dengan hal-hal yang positif, menyenangkan atau mengembirakan. Itulah ajaran umum yang sering kita dengar sejak kanak-kanak, kita amalkan, dan kita ajarkan kembali.  (lebih…)

Read Full Post »

Memperkosa Anak Setan

Salah seorang guru saya dulu, punya prinsip yang sulit saya mengerti. Mungkin karena ilmu “agama”nya sudah tinggi. Prinsip hidupnya begini. Dalam hidup kita hanya ada satu kenyataan saja. Yaitu: Hal Baik. Maksudnya bagaimana?

Yah, salah satu warisan pendidikan, dari ortu, budaya, agama dan sejenisnya adalah cara berpikir yang biner, atau bipolar. Berpikir bipolar artinya berpikir dua kutub. Kutub baik vs kutub buruk. Kutub benar vs kutub salah. Kutub cantik vs kutub jelek. Itu semua hanya diperlukan dalam permainan, atau tata sosial masyarakat.

(lebih…)

Read Full Post »

Sebuah dongeng bijak kuno dari Timur: 

Seorang guru bersikeras bahwa halangan terakhir bagi seseorang untuk bertemu dengan Tuhan adalah kata dan berbagai konsep tentang “Tuhan”.

Keyakinan guru ini membuat gusar seorang imam yang kemudian mendatanginya untuk berdebat.  (lebih…)

Read Full Post »

vulnerable1.jpgSekali lagi, saya memberi apresiasi untuk blog Mas Akhmad Tajib. Bukan karena tampil dengan theme yang berbeda(19/01). (Hikss, gambar pohonnya hilang!) Tetapi karena taglinenya berubah. Semula hanya bertulis. “Membuat blog karena ingin belajar menulis”.  

Sekarang tertulis, “Membuat blog karena ingin belajar menulis dan belajar tentang kearifan (lokal)” Yang perlu diapresiasi adalah dua kata terakhir: kearifan lokal. Mengapa perlu diapresiasi?  

Ada dua alasan. Keduanya sudah digambarkan secara karikatural lewat dua posting, masing-masing dari Arif dan Mr. Tajib sendiri. Saya menggarisbawahi saja. 

(lebih…)

Read Full Post »

(lebih…)

Read Full Post »

(lebih…)

Read Full Post »

Ini bukan gosip, bo! (Meski sudah rada basi, hehe) Saya tertawa ngakak baca ulang bagian tulisannya Pak Syafii, mantan ketua PP Muhammadiyah tentang Tuhan dan pluralisme. Gak nyangka, meski ini peristiwa, benar-benar terjadi, Beliau tetap punya sense of humor cerdas, bukan murahan apalagi cari sensasi.

(lebih…)

Read Full Post »

Apakah  Anda mempunyai gejala sindrom mentalitas korban atau victim mentality. Kenapa tidak belajar dari 2 tokoh muda Tariq Ramadan dan Hussein Obama? Mentalitas korban bisa hinggap pada satu individu, kelompok, suku, bangsa atau agama tertentu.

(lebih…)

Read Full Post »

Anda setuju dengan hukuman mati? Kalau jawaban Anda “ya” cobalah pertimbangkan lagi pendapat Anda sejernih-jernihnya. Mari kita uji dengan nalar dan keyakinan kita masing-masing. Saya ajak Anda melihat kembali keyakinan Anda yang paling dasar.  

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.