Masih seputar tujuhbelasan. Tepat di hari perayaan kemerdekaan kemarin Human Right News menghadiahi berita pembunuhan brutal yang dialami 2 TKI di Arab Saudi: Siti Tarwiyah Slamet, 32 tahun, dan Susmiyati Abdul Fulan, 28 tahun. Sementara dua rekannya, Ruminih Surtim, 25 tahun, and Tari Tarsim, 27 tahun, masuk unit gawat darurat di rumah sakit Riyadh Medical [...]
Arsip untuk ‘Globalisasi’ Kategori
Pembunuhan Brutal 2 TKI di Arab, Hadiah 17-an HUT RI 62
Posted in Agama, Anak, Cerita, Ekonomi, Globalisasi, Hukuman Mati, Kang Adhi, My Belief, Opini, Pendidikan, Perempuan, Sosial, TKI, Tokoh, berita, indonesia, kehidupan, kemerdekaan, renungan on Agustus 18, 2007 | 42 Komentar »
Hati-hati Ditangkap Satpam, Gara-gara Anti Pemanasan Global
Posted in Ekonomi, Globalisasi, Keluarga, My Belief, Opini, Pendidikan, Sosial, berita, bisnis, kehidupan, pemanasan global, usaha on Agustus 13, 2007 | 25 Komentar »
Jangan belanja di toko buku Gramedia, Hypermart, Carrefour, Hero, Giant atau toko-toko sejenis! Perilaku kita dalam belanja di toko itu mempercepat efek pemanasan global! Kesimpulan ini saya peroleh setelah saya menyimak kampanye pencegahan efek pemanasan global di radio.
Al Quran di Lubang Kakus, Wajah Osama di Tissue WC
Posted in Agama, Cerita, Filsafat, Globalisasi, Islam, Opini, Pendidikan, Pluralisme, Sosial, berita, osama on Agustus 11, 2007 | 51 Komentar »
Anda mungkin masih ingat Koran Jyllands Posten, dari Denmark, pada 30 September 2005 menampilkan kartun wajah Nabi Muhammad yang membuat dunia (Islam) marah.
Tetapi sedikit orang di Indonesia tahu ada peristiwa yang mungkin dapat memancing urat marah yang sama. Setahun kemudian, September 2006 sebuah peristiwa terjadi di Pace University, sebuah universitas swasta di [...]
Catatan Akhir Pekan: Germo VS Kearifan Lokal
Posted in Agama, Ekonomi, Globalisasi, My Belief, Opini, Pluralisme on Januari 20, 2007 | 14 Komentar »
Sekali lagi, saya memberi apresiasi untuk blog Mas Akhmad Tajib. Bukan karena tampil dengan theme yang berbeda(19/01). (Hikss, gambar pohonnya hilang!) Tetapi karena taglinenya berubah. Semula hanya bertulis. “Membuat blog karena ingin belajar menulis”.
Sekarang tertulis, “Membuat blog karena ingin belajar menulis dan belajar tentang kearifan (lokal)” Yang perlu diapresiasi adalah dua kata terakhir: kearifan lokal. Mengapa perlu diapresiasi?
Ada [...]
Duh, Anak2 Kita akan Termasuk New Silent Generation!
Posted in Blogroll, Cerita, Globalisasi, Keluarga, My Belief, Opini, Sosial on Januari 9, 2007 | 13 Komentar »
Punya anak menjelang remaja? Atau baru mau punya anak sepuluh tahun lagi? Kalau iya, hati-hati lho, ini bukan generasi ideal. Anak Anda akan termasuk dalam “New Silent Generation” (NSG). Kalau diurut ke belakang sebelum generasi ini adalah generasi internet, generasi Y, generasi boomerang, generasi budaya, generasi MTV dan generasi X. Pembagian waktu persisnya tentu susah-susah [...]
Kupu-Kupu Global
Posted in Ekonomi, Globalisasi, Opini on Maret 14, 2004 | 4 Komentar »
Selain menyajikan harapan-harapan baru, proses globalisasi seringkali disajikan juga sebagai sebuah fase buram sejarah manusia. Sekiranya proses globalisasi memang mencarut marut kemanusian sekian milyar manusia di negara-negara miskin karena rentangan kekuasaan korporasi global dan mengancam kelangsungan hidup kita, lalu apa solusinya?
Kejahatan Korporasi Dan Hak Konstitusional
Posted in Blogroll, Ekonomi, Globalisasi on Februari 10, 2004 | 13 Komentar »
Kejahatan korporasi (corporate crime) lagi-lagi menjadi berita. Lanjutan kasus Pencemaran Teluk Buyat oleh Korporasi Newmont terus menarik perhatian media dan publik. Berbagai kalangan
Jantung Perkara Globalisasi
Posted in Blogroll, Ekonomi, Globalisasi, Opini on Januari 27, 2004 | 2 Komentar »
ARTIKEL “FSD Menyangga Dunia” (Kompas 20/1/2004), dan rangkaian tulisan B Herry-Priyono lainnya menegaskan kembali posisi cendekianya: berada di garda depan mereka yang mengartikulasikan sikap lugasnya terhadap globalisasi. Cendekia karena tidak ingin terjebak dalam histeria pro dan kontra dan teguh dalam opsi yang kental pada mereka yang ditindas.
Kalau ngeBLOG Jangan Emosi, Dong!





