Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Kang Adhi’ Kategori

Sejak Kamis (23/08/2007) s.d. Minggu (26/08/2007) saya melakukan perjalanan ke Jawa Tengah, (Yogya, Solo) dan ke Jawa Timur (Madiun). Perjalanan saya lakukan dengan kereta api. Yang pertama dengan Kereta Argo Dwipangga jurusan Gambir – Solobalapan.
Sengaja saya memilih membeli tiket pada hari keberangkatan di stasiun Gambir. Persisnya 1 jam sebelum berangkat, yakni pukul 19.00. Yang antri [...]

Untuk mentranslate bahasa

Ada iklan setengah halaman berwarna di Kompas Hari ini. Isinya: Fauzi Bowo, Gubernur Jakarta pertama yang dipilih secara langsung mengucapkan terimakasih kepada Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny J.A. Ph.D.

Ucapan terimakasih di samping foto Fauzi Bowo itu disertai alasan yaitu “Lingkaran Survei Indonesia telah membantunya sejak dua tahun lalu melalui tracking survey, mobilisasi [...]

Untuk mentranslate bahasa

Sekali-sekali Menulis Puisi

Ada masa ketika aku melihatmu
tertatih mengitari sunyi
menjumputi asa
sisa-sisa peziarah yang lapar
dan menggadaikan mimpinya

Untuk mentranslate bahasa

Hari minggu, jangan terlalu serius dilewati. Kali ini Sudut Pandang menyajikan cerita tentang Raynald III. Beliau ini seorang raja di sebuah wilayah yang sekarang di sebut Belgia. Ia hidup di abad 13.
Raynald hidup enak, sebagaimana layaknya raja-raja jaman itu. Terima upeti dari sana-sini dan menikmati makanan enak setiap hari. Akibatnya ia bertambah malas dan mengalami [...]

Untuk mentranslate bahasa

Masih seputar tujuhbelasan. Tepat di hari perayaan kemerdekaan kemarin Human Right News menghadiahi berita pembunuhan brutal yang dialami 2 TKI di Arab Saudi: Siti Tarwiyah Slamet, 32 tahun, dan Susmiyati Abdul Fulan, 28 tahun. Sementara dua rekannya, Ruminih Surtim, 25 tahun, and Tari Tarsim, 27 tahun, masuk unit gawat darurat di rumah sakit Riyadh Medical [...]

Untuk mentranslate bahasa

(Cek Updated di Baris Paling Bawah Postingan Saya ini)!
Saya meletakan tanda tanya (“?” ) di judul postingan ini. Karena sebetulnya tidak yakin apa betul kejadiannya memang begitu, yaitu beliau, yang blogger kelas dunia, menghapus komentar saya dalam tulisannya yang ditulis di sini 17 Agustus 2007, pas hari kemerdekaan.

Untuk mentranslate bahasa

Ayahku seorang veteran kemerdekaan. Meninggal dunia 11 tahun lampau karena penyakit jantung yang dideritanya cukup lama. Dia seorang militer, kakak-kakak dan adiknya juga militer. Dua di antara saudaranya gugur. Satu kakaknya gugur pada masa revolusi kemerdekaan. Satu lagi, adiknya gugur ketika merebut irian barat. Pesawat yang dipilotinya jatuh di laut arafuru.

Untuk mentranslate bahasa

Sebagai warga negara yang (mencoba) baik, saya memutuskan akan ikut lomba tujuhbelasan besok. Cabang perlombaannya membuat nasi goreng.

Untuk mentranslate bahasa

Puisi adalah jendela jiwa

Tempat kita bertukar kata dan isi hati

Ada yang luput dari perhatian saya. Maafkan. Ini soal pembrangusan puisi berjudul Malaikat karya Saiful Badar yang dimuat di Pikiran Rakyat, Sabtu 4 Agustus. Beberapa blog sudah mengulasnya di sini, di sini.

Orang boleh tidak setuju, marah-marah dengan tulisan seseorang. Tetapi ketidaksetujuan yang [...]

Untuk mentranslate bahasa

Kita terbiasa berpikir dalam pola sebab akibat. Sebab yang baik menghasilkan akibat yang baik. Sebab yang buruk menghasilkan akibat yang buruk. Anda berbuat jahat, akibatnya masuk penjara. Anda berbuat baik, hasilnya pun akan baik. Itulah logika karma, atau hukum tabur tuai. Apa selalu begitu?

Untuk mentranslate bahasa

Belajar dari Kamus, merenungkan hidup “si G” dari kata berawalan G.

Untuk mentranslate bahasa

Harian Kompas pagi ini, 14/08/2007, memuat dua hal menarik. Satu iklan berwarna penuh, berlatar merah putih dari Freedom Institute tentang pemenang Bakrie Award. Dan satu berita kecil tentang penolakan salah seorang pemenang, Frans Magnis Suseno. Mengapa ia menolak?

Untuk mentranslate bahasa

Saya tidak tahu apakah ini gejala di semua tempat. Tujuh Belasan, peringatan kemerdekaan Indonesia, di tempat saya tinggal sepi peminat. Pak RT sudah kirim surat beberapa kali ke warga kalau hari Minggu, 12 Agustus 2007, menjadi hari kerja bakti. Acara mengecat pembatas jalan jadi hitam putih. Start jam 7 pagi. Apa hasilnya? Peminatnya sepi.

Untuk mentranslate bahasa