Puisi adalah jendela jiwa
Tempat kita bertukar kata dan isi hati
Ada yang luput dari perhatian saya. Maafkan. Ini soal pembrangusan puisi berjudul Malaikat karya Saiful Badar yang dimuat di Pikiran Rakyat, Sabtu 4 Agustus. Beberapa blog sudah mengulasnya di sini, di sini.
Orang boleh tidak setuju, marah-marah dengan tulisan seseorang. Tetapi ketidaksetujuan yang diungkap dalam tuntutan dan tindakan pembrangusan itu barbar. Preman.
Sekali lagi, saya memberi apresiasi untuk blog 
Kalau ngeBLOG Jangan Emosi, Dong!





