Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Psikologi’ Category

Hari minggu, jangan terlalu serius dilewati. Kali ini Sudut Pandang menyajikan cerita tentang Raynald III. Beliau ini seorang raja di sebuah wilayah yang sekarang di sebut Belgia. Ia hidup di abad 13.

Raynald hidup enak, sebagaimana layaknya raja-raja jaman itu. Terima upeti dari sana-sini dan menikmati makanan enak setiap hari. Akibatnya ia bertambah malas dan mengalami obesitas, overweight alias terlalu gendut. Orang-orang dengan sinis menggelarinya dengan sebutan Crassus, bahasa Latin, artinya “ fat”, atau si lemak.
(lebih…)

Read Full Post »

Kita terbiasa berpikir dalam pola sebab akibat. Sebab yang baik menghasilkan akibat yang baik. Sebab yang buruk menghasilkan akibat yang buruk. Anda berbuat jahat, akibatnya masuk penjara. Anda berbuat baik, hasilnya pun akan baik. Itulah logika karma, atau hukum tabur tuai. Apa selalu begitu?

(lebih…)

Read Full Post »

Belajar dari Kamus, merenungkan hidup “si G” dari kata berawalan G.

(lebih…)

Read Full Post »

Hari Minggu lalu saya mendapat kesempatan ngobrol dengan sejumlah Ayah dari keluarga muda. Maksudnya “muda”, mereka sudah punya anak yang belum sekolah atau sudah sekolah di SD. Topiknya apa lagi kalau bukan soal pendidikan untuk anak mereka.

Yang menarik adalah sharing seorang Ayah yang sudah bertekad bulat akan mengeluarkan Anaknya dari sekolah formal (SD), mulai ajaran tahun depan. Lho?

(lebih…)

Read Full Post »

Keluhan seorang ibu: “Sebelum sekolah, anak-anak saya menunjukkan keingintahuan alami. Penuh semangat, bertanya banyak hal. Mereka bertanya mengapa kereta tidak mempunyai ban karet? Mengapa awan bergerak. Dan sebagainya. Melewati masa sekolah mereka menjadi apatis dan tidak  suka sekolah. Mengapa?” 

Keluhan semacam ini sering kita dengar. Anak-anak melihat sekolah sebagai musuh. Dan pekerjaan rumah sebagai derita. Nah kalau Anda mempunyai keluhan yang sama, buku Robert Fried, Passionate Learner, 2001 mungkin bermanfaat untuk dibaca.

   (lebih…)

Read Full Post »

Menurut hasil riset terbaru, aktivitas nge-sex (baca: hubungan seksual) remaja perempuan rata-rata mulai di usia 17,6 tahun. Tidak jauh berbeda dengan remaja pria yang 17,2 tahun. Dibandingkan 50 tahun lalu, terbukti ada percepatan 1 tahun untuk pria dan 3 tahun untuk perempuan.  

Temuan lain yang menarik: ada pertumbuhan signifikan hubungan sejenis antara kaum perempuan usia 18 s.d. 69 tahun. Yaitu 4 persen lesbian pada survey terakhir dibanding 2,6 persen di tahun 1992. Sementara hubungan homoseksual di kalangan pria relatif stabil yaitu 4.1 persen.

(lebih…)

Read Full Post »

Bersyukur biasanya kita kaitkan dengan hal-hal yang positif, menyenangkan atau mengembirakan. Itulah ajaran umum yang sering kita dengar sejak kanak-kanak, kita amalkan, dan kita ajarkan kembali.  (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »